Penguatan Kompetensi Aparatur Pemerintah Daerah dalam Perencanaan, Verifikasi, Pemeriksaan Dokumen dan Kondisi Fisik, Penyerahan, Penetapan Status, Penatausahaan Barang Milik Daerah, serta Pemanfaatan, Pemeliharaan, dan Penanganan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan
Penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pembangunan daerah, peningkatan kualitas lingkungan hunian, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal yang layak, aman, sehat, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pembangunan perumahan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bangunan hunian, tetapi juga harus didukung oleh ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang memadai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan memiliki fungsi strategis dalam menunjang kehidupan masyarakat, antara lain meliputi jaringan jalan lingkungan, saluran drainase, sistem penyediaan air, jaringan utilitas, fasilitas sosial, fasilitas umum, ruang terbuka, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya sesuai karakteristik serta ketentuan pembangunan perumahan.
Dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan, penyerahan PSU dari pengembang kepada pemerintah daerah kabupaten/kota merupakan tahapan penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi fasilitas lingkungan hunian dan memberikan kepastian mengenai tanggung jawab pengelolaannya. Penyerahan tersebut harus dilaksanakan melalui mekanisme yang tertib, terkoordinasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan memperhatikan kelengkapan dokumen administrasi, legalitas tanah, kesesuaian rencana tapak, kondisi fisik, serta pemenuhan standar teknis.
Permasalahan penyerahan PSU perumahan masih dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, antara lain keterlambatan penyerahan oleh pengembang, ketidaklengkapan dokumen administrasi, ketidaksesuaian kondisi fisik dengan rencana tapak yang telah disetujui, status tanah yang belum jelas, perbedaan data dan luasan aset, serta belum optimalnya koordinasi antara perangkat daerah dan pihak terkait.
Selain itu, terdapat PSU perumahan yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah, belum tercatat secara tertib dalam administrasi barang milik daerah, atau tidak terpelihara sehingga mengurangi kualitas lingkungan hunian dan menimbulkan permasalahan bagi masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang sistematis melalui pendataan, verifikasi, penilaian, penyelesaian persyaratan, serta koordinasi lintas perangkat daerah.
Pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Peraturan ini memberikan kerangka pengaturan mengenai perencanaan penyerahan PSU, pembentukan tim verifikasi, pemeriksaan dokumen dan kondisi lapangan, pelaksanaan serah terima, penetapan status, pembukuan ke dalam daftar barang milik daerah, serta pemanfaatan, pemeliharaan, dan perbaikan PSU setelah penyerahan.
Regulasi tersebut juga mengatur penanganan PSU perumahan telantar, koordinasi lintas sektor, pembinaan, pengawasan, dan pelaporan perkembangan penyerahan PSU. Dengan demikian, pemerintah daerah perlu memperkuat kapasitas aparatur agar mampu menerapkan ketentuan tersebut secara konsisten sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Implementasi kebijakan penyerahan PSU membutuhkan sinergi antara perangkat daerah yang menangani urusan perumahan dan kawasan permukiman, pengelola barang milik daerah, perangkat daerah teknis, unsur kewilayahan, instansi pertanahan, pengembang perumahan, serta pihak terkait lainnya. Koordinasi diperlukan untuk memastikan bahwa proses penyerahan berjalan sesuai ketentuan, aset memiliki kejelasan administrasi dan legalitas, serta fasilitas yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah daerah perlu menyiapkan sistem pendataan, dokumentasi, dan pelaporan yang memadai agar perkembangan penyerahan PSU dapat dipantau secara berkala. Penatausahaan yang baik juga penting untuk mendukung pengamanan aset, perencanaan anggaran pemeliharaan, perbaikan fasilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi aparatur pemerintah daerah melalui Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman regulasi sekaligus memperkuat keterampilan praktis peserta dalam melaksanakan pendataan, verifikasi, pemeriksaan, penyerahan, pencatatan aset, serta pengelolaan PSU perumahan setelah diserahterimakan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemerintah daerah mampu mewujudkan proses penyerahan PSU perumahan yang lebih tertib, transparan, terkoordinasi, dan akuntabel, serta mendukung kepastian pengelolaan aset daerah dan keberlanjutan fungsi fasilitas umum bagi masyarakat.
MATERI BIMTEK
-
Kebijakan nasional dan regulasi terbaru mengenai penyelenggaraan perumahan, kawasan permukiman, dan penyerahan PSU perumahan.
-
Pendalaman substansi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyerahan PSU Perumahan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
-
Pengertian, jenis, fungsi, klasifikasi, dan karakteristik prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan.
-
Kewajiban pengembang perumahan dalam penyediaan, pembangunan, pemeliharaan awal, dan penyerahan PSU kepada pemerintah daerah.
-
Perencanaan penyerahan PSU perumahan melalui pendataan, inventarisasi, penyusunan rencana kegiatan, dan integrasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
-
Pembentukan tim verifikasi PSU perumahan, pembagian tugas, koordinasi lintas perangkat daerah, dan mekanisme pelaksanaan verifikasi.
-
Teknik pendataan dan inventarisasi PSU perumahan yang akan diserahkan, termasuk identifikasi lokasi, jenis fasilitas, luas, kondisi, dan status pengelolaannya.
-
Pemeriksaan kelengkapan dokumen administratif penyerahan PSU, termasuk identitas pengembang, permohonan penyerahan, dokumen rencana tapak, dan legalitas pembangunan.
-
Verifikasi legalitas lahan PSU, kesesuaian kepemilikan dan peruntukan tanah, serta identifikasi potensi sengketa atau permasalahan hukum.
-
Teknik pemeriksaan kondisi fisik PSU di lapangan, kesesuaian dengan rencana tapak yang disetujui, dan pemenuhan persyaratan teknis.
-
Mekanisme penilaian kelayakan PSU perumahan, penyusunan berita acara verifikasi, dokumentasi hasil pemeriksaan, dan rekomendasi tindak lanjut.
-
Tata cara penyerahan PSU perumahan secara bertahap, penyusunan jadwal penyerahan, dan koordinasi antara pengembang dengan pemerintah daerah.
-
Prosedur pelaksanaan serah terima PSU perumahan, penyusunan berita acara, kelengkapan dokumen pendukung, dan penyelesaian administrasi penyerahan.
-
Penanganan PSU yang belum memenuhi persyaratan, mekanisme perbaikan, verifikasi ulang, serta penetapan dan penanganan PSU perumahan telantar sesuai ketentuan.
-
Penetapan status, pengamanan legalitas, dan tindak lanjut administrasi atas PSU yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah.
-
Penatausahaan dan pembukuan PSU ke dalam daftar Barang Milik Daerah (BMD), termasuk koordinasi antara perangkat daerah teknis dan pengelola barang.
-
Inventarisasi, pengamanan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan perbaikan PSU setelah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
-
Integrasi pengelolaan PSU dengan perencanaan tata ruang, pembangunan daerah, penganggaran, dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
-
Mekanisme koordinasi, pembinaan, pengawasan, dan pelaporan perkembangan penyerahan PSU perumahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
-
Pemanfaatan sistem informasi, digitalisasi data, pemantauan perkembangan penyerahan, dan dokumentasi pengelolaan PSU perumahan.
-
Studi kasus penyelesaian permasalahan PSU perumahan, termasuk PSU yang belum diserahkan, ketidaklengkapan dokumen, ketidaksesuaian kondisi fisik, dan permasalahan legalitas aset.
-
Simulasi penyusunan daftar inventarisasi PSU, pemeriksaan dokumen administratif, berita acara verifikasi, berita acara hasil penilaian, dokumen serah terima, dan rencana tindak lanjut pengelolaan PSU di daerah masing-masing.
TUJUAN BIMTEK
-
Meningkatkan pemahaman peserta mengenai kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan terbaru tentang penyerahan PSU perumahan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota.
-
Memperkuat pemahaman aparatur mengenai substansi, tahapan, persyaratan, dan mekanisme pelaksanaan Permendagri Nomor 15 Tahun 2026.
-
Meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan pendataan dan inventarisasi PSU perumahan yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah.
-
Meningkatkan keterampilan dalam memeriksa kelengkapan dokumen administratif, rencana tapak, legalitas lahan, dan persyaratan teknis PSU perumahan.
-
Memperkuat kemampuan tim verifikasi dalam melaksanakan pemeriksaan kondisi fisik, penilaian kelayakan, dokumentasi, dan penyusunan berita acara.
-
Meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme penyerahan PSU secara bertahap serta penyelesaian persyaratan administrasi dan teknis.
-
Meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami prosedur serah terima, penetapan status, pengamanan, dan penatausahaan PSU sebagai Barang Milik Daerah.
-
Memperkuat koordinasi antara perangkat daerah, pengembang perumahan, instansi pertanahan, dan pihak terkait lainnya dalam penyelesaian permasalahan penyerahan PSU.
-
Meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme perbaikan PSU yang belum memenuhi persyaratan serta penanganan PSU perumahan telantar sesuai ketentuan.
-
Mendorong pengelolaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan perbaikan PSU secara tertib, efektif, akuntabel, dan berkelanjutan untuk mendukung kepentingan masyarakat.
DASAR HUKUM
Pelaksanaan Bimbingan Teknis mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan, antara lain:
-
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
-
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah, termasuk melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
-
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021.
-
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020.
-
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
-
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024.
-
Ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penataan ruang, pertanahan, pendaftaran tanah, dan pengelolaan aset daerah yang relevan dengan penyerahan PSU perumahan.
-
Peraturan daerah dan/atau peraturan kepala daerah mengenai penyediaan, penyerahan, serta pengelolaan PSU perumahan yang berlaku di masing-masing kabupaten/kota.
Penerapan dasar hukum tersebut perlu memperhatikan status keberlakuan, perubahan, dan ketentuan pelaksana terbaru serta kesesuaian dengan kewenangan pemerintah daerah dan karakteristik PSU yang ditangani.
SASARAN PESERTA
Kegiatan ini ditujukan kepada kepala perangkat daerah, pejabat struktural dan fungsional, serta aparatur yang terlibat dalam perencanaan, verifikasi, penyerahan, pencatatan, pengawasan, dan pengelolaan PSU perumahan di lingkungan pemerintah daerah kabupaten/kota.
Sasaran peserta meliputi:
-
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan perumahan dan kawasan permukiman.
-
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) atau perangkat daerah yang menangani pengelolaan Barang Milik Daerah.
-
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
-
Dinas Pertanahan atau perangkat daerah yang menangani urusan pertanahan sesuai pembagian kewenangan.
-
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
-
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
-
Bagian Hukum Sekretariat Daerah.
-
Bagian Pemerintahan dan perangkat daerah yang menangani koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
-
Inspektorat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.
-
Camat, lurah, kepala desa, serta aparatur kewilayahan yang terlibat dalam pendataan dan verifikasi PSU.
-
Pejabat dan anggota tim verifikasi penyerahan PSU perumahan.
-
Pengelola barang, pengurus barang, dan aparatur yang menangani pencatatan serta pengamanan aset daerah.
-
Aparatur pemerintah daerah lainnya yang terkait dengan pembangunan perumahan, pengelolaan kawasan permukiman, dan pelayanan masyarakat.
-
Pihak pengembang perumahan dan pemangku kepentingan terkait, sesuai kebutuhan kegiatan dan ketentuan yang berlaku.
METODE PELAKSANAAN
Pemaparan Materi → Pembahasan Regulasi → Diskusi Interaktif → Tanya Jawab → Studi Kasus → Simulasi Inventarisasi PSU → Praktik Pemeriksaan Dokumen Administratif → Simulasi Verifikasi Kondisi Fisik dan Penilaian Kelayakan → Pembahasan Mekanisme Serah Terima → Simulasi Penatausahaan BMD → Penyusunan Rencana Tindak Lanjut.
CATATAN
Peserta disarankan membawa laptop untuk mendukung kegiatan diskusi, pengolahan data, dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Peserta juga dapat menyiapkan contoh dokumen rencana tapak perumahan, daftar inventarisasi PSU, dokumen legalitas lahan, dokumen administrasi pengembang, berita acara verifikasi, dokumen serah terima, serta data aset PSU yang belum diserahkan atau belum tercatat secara tertib di daerah masing-masing.
Dokumen yang digunakan untuk pembelajaran hendaknya tidak memuat informasi rahasia, data pribadi, atau informasi sensitif yang tidak diperlukan.
Materi dan simulasi disesuaikan dengan karakteristik daerah, kondisi PSU perumahan, pembagian kewenangan perangkat daerah, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kegiatan ini merupakan program peningkatan kompetensi dan tidak dengan sendirinya menjadi penetapan status aset, pengesahan dokumen serah terima, penyelesaian sengketa tanah, atau pengganti proses verifikasi resmi oleh pemerintah daerah.
BIAYA KEGIATAN
PAKET A — DENGAN PENGINAPAN
Single Room
Rp 5.500.000,- / peserta
PAKET B — DENGAN PENGINAPAN
Twin Sharing / 2 Orang dalam 1 Kamar
Rp 5.000.000,- / peserta
PAKET C — NON AKOMODASI
Tanpa Penginapan
Rp 4.000.000,- / peserta
Catatan: Rincian biaya dan fasilitas mengikuti ketentuan penyelenggara serta jadwal kegiatan yang dipilih.
FASILITAS PESERTA
Peserta memperoleh fasilitas sesuai paket yang dipilih, meliputi:
-
Penginapan hotel sesuai paket.
-
Sertifikat kegiatan.
-
Modul dan materi pelatihan.
-
Tas dan seminar kit.
-
Makalah atau bahan pembelajaran.
-
Konsumsi selama kegiatan.
-
Coffee break.
-
Fasilitas pendukung kegiatan lainnya sesuai ketentuan penyelenggara.
INFORMASI JADWAL DAN PENDAFTARAN
Jadwal Kegiatan:
https://linkpemda.com/jadwal
Materi Bimtek:
https://linkpemda.com/materi
Website LINKPEMDA:
https://linkpemda.com
WhatsApp Pendaftaran:
0813-8766-6605
Email:
info@linkpemda.com
PENUTUP
Bimtek Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam melaksanakan penyerahan, penatausahaan, dan pengelolaan PSU perumahan secara tertib, terkoordinasi, dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami ketentuan terbaru, melaksanakan pendataan dan verifikasi secara sistematis, memastikan kelengkapan administrasi serta legalitas aset, dan meningkatkan koordinasi dalam proses serah terima PSU dari pengembang kepada pemerintah daerah.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, diharapkan pemerintah daerah dapat mengoptimalkan pengelolaan PSU perumahan, meningkatkan tertib administrasi Barang Milik Daerah, serta memastikan keberlanjutan fungsi fasilitas umum untuk mendukung lingkungan hunian yang layak dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
LINKPEMDA
Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah
Memperkuat Sinergi, Meningkatkan Kompetensi, Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Profesional.