Beranda
Jadwal
Materi
Artikel
Profile
August 25, 2026 / Materi BIDANG PEMERINTAHAN Admin

BIMTEK NASIONAL AI & DATA READINESS ASSESSMENT PEMERINTAH DAERAH

Mengukur Kesiapan Data, Teknologi, SDM, Tata Kelola dan Organisasi Sebelum Menerapkan Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) mulai memasuki berbagai sektor pemerintahan dan semakin banyak digunakan untuk membantu analisis data, pelayanan publik, administrasi, prediksi, deteksi anomali dan pengambilan keputusan.

Namun, keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh tersedianya teknologi.

AI membutuhkan data yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, SDM yang siap, proses bisnis yang jelas, tata kelola yang kuat, keamanan informasi serta mekanisme pengawasan manusia.

Pemerintah pada 2026 semakin menempatkan data sebagai fondasi penting bagi pengembangan AI di sektor publik. Kementerian PANRB menegaskan bahwa penguatan tata kelola data diperlukan agar data pemerintah lebih terintegrasi dan siap mendukung pemanfaatan AI.

Pada saat yang sama, transformasi pemerintah digital diarahkan bukan sekadar menambah aplikasi, tetapi membangun pemerintahan yang bekerja secara lebih terintegrasi, berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan penting bagi setiap Pemerintah Daerah:

Apakah daerah kita benar-benar sudah siap menggunakan AI?

Kesiapan tersebut tidak dapat dilihat hanya dari apakah suatu OPD sudah menggunakan ChatGPT atau aplikasi AI.

Yang perlu dinilai adalah:

DATA → TECHNOLOGY → INFRASTRUCTURE → PROCESS → PEOPLE → GOVERNANCE → SECURITY → AI USE CASE → READINESS

Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan AI & Data Readiness Assessment untuk mengetahui kondisi aktual organisasi sebelum melakukan investasi, pengembangan atau penerapan AI secara lebih luas.

Pelatihan ini dirancang secara praktis, aplikatif dan berbasis assessment workshop, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep AI, tetapi mampu melakukan penilaian kesiapan organisasi dan menghasilkan AI & Data Readiness Assessment Pemerintah Daerah.


DASAR HUKUM DAN ARAH KEBIJAKAN

Pembahasan mengacu dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, antara lain:

  1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, beserta perubahan dan ketentuan pelaksanaannya.

  2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

  3. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

  4. Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

  5. Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional.

  6. Permen PANRB Nomor 8 Tahun 2026 tentang Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital, yang telah ditetapkan dan berstatus berlaku.

  7. Rencana Induk Pemerintah Digital Nasional 2025–2045, yang diluncurkan pemerintah pada Februari 2026.

  8. Arah kebijakan nasional mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pemerintahan.

  9. Arah kebijakan nasional mengenai Peta Jalan AI dan Etika AI.

  10. Kebijakan mengenai keamanan informasi, tata kelola data, interoperabilitas dan pelindungan data.

  11. Kebijakan dan regulasi daerah mengenai SPBE, data, transformasi digital dan sistem informasi.

Catatan: kebijakan AI yang masih dalam proses penetapan dibahas sebagai arah kebijakan, bukan diposisikan sebagai peraturan yang sudah berlaku. Pada Juli 2026 pemerintah menyatakan penyusunan Perpres mengenai Peta Jalan AI dan Etika AI telah memasuki tahap akhir dan menunggu penetapan Presiden.


TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan bertujuan untuk:

  1. Memahami konsep AI Readiness dan Data Readiness.

  2. Memahami faktor yang menentukan keberhasilan implementasi AI.

  3. Menilai kesiapan data Pemerintah Daerah.

  4. Menilai kualitas dan ketersediaan data.

  5. Menilai kesiapan teknologi dan infrastruktur.

  6. Menilai kesiapan SDM.

  7. Menilai kesiapan proses bisnis.

  8. Menilai kesiapan tata kelola.

  9. Menilai kesiapan keamanan dan pelindungan data.

  10. Mengidentifikasi kesenjangan kesiapan AI.

  11. Mengidentifikasi use case AI yang potensial.

  12. Menentukan prioritas implementasi AI.

  13. Menilai risiko dan dampak penggunaan AI.

  14. Menyusun rekomendasi peningkatan readiness.

  15. Menyusun prioritas quick wins.

  16. Menyusun AI & Data Readiness Roadmap Pemerintah Daerah.


PERMASALAHAN YANG SERING TERJADI

Banyak organisasi tertarik menggunakan AI, tetapi belum mengetahui apakah fondasi organisasinya sudah siap.

Permasalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Data tersebar di berbagai OPD.

  • Data belum terintegrasi.

  • Kualitas data belum konsisten.

  • Data belum diperbarui secara berkala.

  • Metadata belum lengkap.

  • Tidak semua data memiliki pemilik yang jelas.

  • Data sensitif belum diklasifikasikan.

  • Infrastruktur belum mendukung kebutuhan analitik.

  • Sistem lama sulit diintegrasikan.

  • SDM belum memiliki kompetensi AI.

  • Belum tersedia kebijakan penggunaan AI.

  • Belum ada mekanisme verifikasi output AI.

  • Belum ada daftar use case AI prioritas.

  • AI digunakan secara individual tanpa governance.

  • Risiko keamanan data belum dipetakan.

  • Organisasi belum mengetahui ROI atau manfaat yang diharapkan.

  • Investasi teknologi dilakukan sebelum assessment kesiapan.

  • AI digunakan untuk masalah yang sebenarnya belum memiliki proses bisnis dan data yang memadai.

Akibatnya, organisasi dapat mengalami:

AI PILOT → TIDAK TERINTEGRASI → TIDAK BERKELANJUTAN

Pelatihan ini mengubah pendekatan menjadi:

ASSESS → GAP → PRIORITIZE → PREPARE → PILOT → SCALE


MATERI PELATIHAN

1. AI READINESS DAN DATA READINESS

  • Pengertian AI Readiness.

  • Pengertian Data Readiness.

  • AI maturity.

  • Data maturity.

  • Organizational readiness.

  • Technology readiness.

  • Workforce readiness.

  • Governance readiness.

  • Security readiness.

  • AI adoption maturity.

  • Faktor keberhasilan implementasi AI.

Studi kasus AI Readiness Pemerintah Daerah


2. AI READINESS MATURITY MODEL

Peserta diperkenalkan dengan model tingkat kesiapan:

LEVEL 1 — INITIAL

Belum memiliki strategi dan governance AI.

LEVEL 2 — EXPLORING

Mulai mencoba berbagai teknologi AI.

LEVEL 3 — DEVELOPING

Mulai memiliki use case dan kebijakan internal.

LEVEL 4 — INTEGRATED

AI mulai terintegrasi dengan data dan proses bisnis.

LEVEL 5 — TRANSFORMATIVE

AI menjadi bagian dari strategi transformasi organisasi.

Peserta melakukan penilaian untuk mengetahui posisi organisasi saat ini.


3. DATA READINESS ASSESSMENT

  • Data availability.

  • Data accessibility.

  • Data quality.

  • Data completeness.

  • Data consistency.

  • Data timeliness.

  • Data accuracy.

  • Data ownership.

  • Data catalog.

  • Metadata.

  • Data lineage.

  • Data integration.

  • Data interoperability.

Workshop:

DATA READINESS SCORECARD


4. DATA QUALITY UNTUK AI

AI sangat bergantung pada kualitas data.

Materi:

  • Garbage in – garbage out.

  • Data cleansing.

  • Data validation.

  • Missing data.

  • Duplicate data.

  • Inconsistent data.

  • Data bias.

  • Data imbalance.

  • Data labeling.

  • Training data.

  • Testing data.

  • Data validation.

Output:

AI Data Quality Assessment


5. DATA GOVERNANCE & AI GOVERNANCE

  • Data Owner.

  • Data Steward.

  • Walidata.

  • Data governance.

  • AI governance.

  • AI accountability.

  • Human oversight.

  • AI policy.

  • AI risk management.

  • AI decision governance.

  • AI documentation.

Pemerintah pada 2026 menekankan bahwa penguatan tata kelola AI perlu berjalan seiring dengan mitigasi risiko seperti disinformasi, kebocoran data dan keamanan siber.


6. TECHNOLOGY & INFRASTRUCTURE READINESS

  • Infrastruktur TIK.

  • Network.

  • Server.

  • Cloud.

  • Data center.

  • Storage.

  • Computing capacity.

  • API.

  • System integration.

  • Legacy systems.

  • Scalability.

  • Availability.

  • Disaster recovery.

Workshop:

Technology Readiness Assessment


7. DIGITAL & DATA ARCHITECTURE READINESS

  • Data architecture.

  • Application architecture.

  • Technology architecture.

  • Integration architecture.

  • Interoperability.

  • Master data.

  • Data exchange.

  • API.

  • Digital Public Infrastructure.

  • Identifikasi bottleneck arsitektur.

Pemerintah pada 2026 juga menempatkan identitas digital, pertukaran data dan pembayaran digital sebagai bagian penting Digital Public Infrastructure yang perlu selaras dengan pelindungan data pribadi dan keamanan siber.


8. AI WORKFORCE READINESS

  • AI literacy.

  • Digital literacy.

  • Data literacy.

  • AI skills.

  • AI competency.

  • Leadership readiness.

  • Workforce readiness.

  • Skill gap.

  • Training needs.

  • Human-AI collaboration.

Output:

AI Workforce Readiness Matrix


9. BUSINESS PROCESS & AI READINESS

Tidak semua proses cocok menggunakan AI.

Peserta belajar:

  • Business Process Mapping.

  • Identifikasi pekerjaan berulang.

  • Identifikasi bottleneck.

  • Identifikasi proses berbasis data.

  • Identifikasi proses dengan volume tinggi.

  • Identifikasi proses yang membutuhkan prediksi.

  • Identifikasi proses yang membutuhkan klasifikasi.

  • Identifikasi proses yang cocok untuk automation.

  • Identifikasi proses yang tetap membutuhkan human decision.

Workshop:

AI Opportunity Process Mapping


10. AI USE CASE IDENTIFICATION

Peserta belajar mengidentifikasi peluang AI pada berbagai bidang:

Perencanaan

  • Forecasting.

  • Scenario analysis.

  • Policy analysis.

Pelayanan Publik

  • Chatbot.

  • Service assistant.

  • Complaint analysis.

Keuangan

  • Anomaly detection.

  • Fraud risk analysis.

SDM

  • Workforce analytics.

  • Learning recommendation.

Sosial

  • Targeting.

  • Data validation.

Pengawasan

  • Risk detection.

  • Pattern analysis.

Administrasi

  • Document processing.

  • Classification.

  • Summarization.


11. AI USE CASE PRIORITIZATION

Tidak semua use case harus dilakukan sekaligus.

Peserta menilai:

  • Impact.

  • Feasibility.

  • Data readiness.

  • Technology readiness.

  • Cost.

  • Risk.

  • Complexity.

  • Public value.

Kemudian menentukan:

QUICK WIN

PRIORITY USE CASE

STRATEGIC USE CASE

FUTURE USE CASE


12. AI RISK & RESPONSIBLE AI

  • AI risk.

  • Bias.

  • Hallucination.

  • Privacy.

  • Security.

  • Transparency.

  • Explainability.

  • Accountability.

  • Human oversight.

  • High-impact decisions.

  • AI incident management.

  • Responsible AI.

Pada Agustus 2026, Komdigi menekankan bahwa ketika AI semakin mampu merencanakan dan mengeksekusi tindakan, tata kelola harus memastikan pemanfaatannya tetap akuntabel, transparan dan berpihak pada kepentingan publik.


13. AI SECURITY & DATA PROTECTION

  • Data classification.

  • Sensitive data.

  • Personal data.

  • Access control.

  • Data leakage.

  • Prompt security.

  • AI security awareness.

  • Privacy by design.

  • Security by design.

  • Vendor risk.

  • Third-party AI.

  • AI incident response.


14. AI READINESS GAP ANALYSIS

Peserta membandingkan:

CURRENT STATE

dengan

TARGET STATE

Kemudian mengidentifikasi:

  • Data gap.

  • Technology gap.

  • Infrastructure gap.

  • People gap.

  • Process gap.

  • Governance gap.

  • Security gap.

  • Budget gap.

Output:

AI READINESS GAP MATRIX


15. AI & DATA READINESS ROADMAP 2026–2030

  • Current maturity.

  • Target maturity.

  • Priority gaps.

  • Quick wins.

  • Data improvement.

  • Infrastructure improvement.

  • Workforce development.

  • Governance.

  • Security.

  • AI pilot.

  • AI scaling.

  • KPI.

  • Timeline.

  • PIC.

  • Budget indication.


WORKSHOP UTAMA

Ini menjadi inti dari Bimtek.

Peserta akan melakukan assessment menggunakan alur:

CURRENT STATE

DATA READINESS

TECHNOLOGY READINESS

PROCESS READINESS

WORKFORCE READINESS

GOVERNANCE READINESS

SECURITY READINESS

AI USE CASE

GAP ANALYSIS

PRIORITIZATION

ROADMAP


OUTPUT WORKSHOP

Peserta menghasilkan:

  • AI Readiness Scorecard

  • Data Readiness Assessment.

  • Technology Readiness Assessment.

  • Infrastructure Readiness Assessment.

  • Workforce Readiness Assessment.

  • Governance Readiness Assessment.

  • Security Readiness Assessment.

  • Business Process AI Assessment.

  • AI Use Case Inventory.

  • AI Use Case Priority Matrix.

  • AI Risk Matrix.

  • AI Readiness Gap Analysis.

  • Quick Win List.

  • Priority AI Initiative List.

OUTPUT UTAMA

AI & DATA READINESS ASSESSMENT PEMERINTAH DAERAH

dan

ROADMAP KESIAPAN AI & DATA 2026–2030


SASARAN PESERTA

Program diperuntukkan bagi:

  • Sekretaris Daerah.

  • Bappeda/Bapperida.

  • Diskominfo.

  • Kepala Perangkat Daerah.

  • Pengelola SPBE.

  • Pengelola Satu Data.

  • Walidata.

  • Produsen Data.

  • Pengelola sistem informasi.

  • Pengelola data.

  • Pranata komputer.

  • Analis kebijakan.

  • Pejabat perencana.

  • Bagian Organisasi.

  • BKD/BKPSDM.

  • Tim transformasi digital.

  • Tim inovasi daerah.

  • ASN yang menangani data, teknologi dan transformasi digital.


METODE PELATIHAN

Pelatihan menggunakan metode:

  • Executive briefing.

  • Pemaparan materi.

  • Pembahasan kebijakan.

  • Diskusi interaktif.

  • Studi kasus.

  • Readiness assessment.

  • Data assessment.

  • Technology assessment.

  • Gap analysis.

  • Use case mapping.

  • Risk assessment.

  • Workshop.

  • Presentasi.

  • Konsultasi teknis.


JADWAL PELATIHAN 2 HARI

HARI PERTAMA

08.00–08.30
Registrasi

08.30–09.00
Pembukaan

09.00–10.30
AI Readiness, Data Readiness dan AI Maturity Pemerintah Daerah

10.45–12.00
Data Readiness & Data Quality Assessment

13.00–14.30
Technology, Infrastructure & Architecture Readiness

14.45–16.00
Workforce, Business Process & Governance Readiness

16.00–16.30
Studi Kasus dan Diskusi


HARI KEDUA

08.30–10.00
AI Use Case Identification

10.15–11.15
AI Use Case Prioritization

11.15–12.00
AI Risk, Responsible AI, Security & Privacy

13.00–14.00
AI Readiness Gap Analysis

14.00–15.30

WORKSHOP AI & DATA READINESS ASSESSMENT PEMERINTAH DAERAH

15.30–16.00
Presentasi Hasil Assessment

16.00–16.30
Evaluasi, Penutupan dan Sertifikat


HASIL DAN KOMPETENSI PESERTA

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami AI Readiness.

  2. Memahami Data Readiness.

  3. Melakukan AI Maturity Assessment.

  4. Menilai kualitas data.

  5. Menilai kesiapan teknologi.

  6. Menilai kesiapan infrastruktur.

  7. Menilai kesiapan SDM.

  8. Menilai kesiapan proses bisnis.

  9. Menilai kesiapan governance.

  10. Menilai kesiapan keamanan.

  11. Mengidentifikasi use case AI.

  12. Menentukan prioritas use case.

  13. Melakukan gap analysis.

  14. Mengidentifikasi risiko AI.

  15. Menentukan quick wins.

  16. Menyusun rekomendasi peningkatan readiness.

  17. Menyusun AI & Data Readiness Roadmap 2026–2030.


BIAYA DAN FASILITAS PESERTA

Paket Menginap Single Room

Rp5.500.000,-/Peserta

Paket Menginap Twin Sharing

Rp5.000.000,-/Peserta

Paket Non Menginap

Rp4.000.000,-/Peserta

Paket Online

Rp3.000.000,-/Peserta

Fasilitas

  • Sertifikat.

  • Modul pelatihan.

  • Softcopy materi.

  • Seminar kit.

  • Akomodasi sesuai paket.

  • Konsumsi.

  • Coffee break.

  • Dokumentasi.

  • Studi kasus.

  • Workshop.

  • Template AI Readiness Assessment.

  • Template Data Readiness Assessment.

  • Template AI Use Case Matrix.

  • Template Gap Analysis.

  • Template AI Roadmap.

  • Konsultasi teknis.


INFORMASI DAN PENDAFTARAN

LINKPEMDA – Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah

📱 WhatsApp: 0813-8766-6605

📚 Materi Bimtek:
Lihat Materi Bimtek LINKPEMDA

📅 Jadwal Bimtek:
Lihat Jadwal Bimtek LINKPEMDA

LINKPEMDA melayani:

Public Training • Customized Training • In House Training • Workshop • Coaching Clinic • Online • Offline • Hybrid Training • Pendampingan Teknis


PENUTUP

Bimtek Nasional AI & Data Readiness Assessment Pemerintah Daerah dirancang untuk membantu Pemerintah Daerah menjawab pertanyaan yang semakin penting di era transformasi digital:

“Apakah kita sudah benar-benar siap menggunakan AI?”

Kesiapan AI bukan hanya tentang memiliki teknologi.

Kesiapan membutuhkan:

DATA YANG SIAP

TEKNOLOGI YANG SIAP

SDM YANG SIAP

PROSES YANG SIAP

GOVERNANCE YANG SIAP

KEAMANAN YANG SIAP

Karena:

AI WITHOUT GOOD DATA = LIMITED VALUE

AI WITHOUT GOVERNANCE = HIGHER RISK

AI WITHOUT PEOPLE = LOW ADOPTION

AI WITHOUT CLEAR USE CASE = WASTED INVESTMENT

Karena itu pendekatan yang digunakan dalam pelatihan adalah:

ASSESS → IDENTIFY → GAP → PRIORITIZE → PREPARE → PILOT → SCALE

Dengan hasil akhir berupa AI & Data Readiness Assessment dan Roadmap Kesiapan AI & Data 2026–2030, peserta diharapkan memiliki dasar yang lebih objektif untuk menentukan apa yang harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum AI diterapkan secara lebih luas.

JANGAN MULAI DARI AI.

MULAI DARI KESIAPAN.

LINKPEMDA
Informasi, Bimtek dan Diklat Pemerintahan Daerah & Keuangan

📱 0813-8766-6605

Share :

Tingkatkan Skill Anda Bersama LINKPEMDA