Beranda
Jadwal
Materi
Artikel
Profile
August 25, 2026 / Materi BIDANG PEMERINTAHAN Admin

BIMTEK NASIONAL RPJMD/RKPD BERBASIS DATA, AI & SCENARIO PLANNING

Strategi Membangun Perencanaan Pembangunan Daerah yang Lebih Tepat, Adaptif, Terukur dan Berbasis Bukti untuk Menghadapi Perubahan 2026–2030

Perencanaan pembangunan daerah tidak lagi cukup hanya berorientasi pada penyusunan dokumen. Pemerintah Daerah dituntut mampu memastikan bahwa data, permasalahan pembangunan, kebijakan, program, indikator kinerja, penganggaran dan hasil pembangunan memiliki keterkaitan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Memasuki periode RPJMD 2025–2029 dan RKPD tahun-tahun berikutnya, Pemerintah Daerah menghadapi kebutuhan untuk memperkuat kualitas perencanaan, meningkatkan konsistensi antar-dokumen, mengoptimalkan pemanfaatan data, serta mampu membaca berbagai kemungkinan perubahan ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan dan fiskal.

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 memberikan pedoman penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2025–2029, termasuk pentingnya keselarasan RPJMD dengan RPJPD 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029. Instruksi tersebut juga menempatkan RPJMD sebagai pedoman dalam penyusunan RKPD 2026 dan mengarahkan pemrosesan RPJMD melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah.

Di sisi lain, perkembangan Artificial Intelligence (AI), analisis data, forecasting dan scenario planning membuka peluang baru bagi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas analisis dan pengambilan keputusan.

Bukan berarti AI menggantikan proses perencanaan atau pengambilan keputusan pemerintah. AI dalam pelatihan ini ditempatkan sebagai alat bantu analisis, dengan tetap memperhatikan validitas data, verifikasi manusia, ketepatan metodologi, keamanan informasi dan tanggung jawab pengambil kebijakan.

Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang lebih praktis mengenai:

DATA → ANALISIS → TREND → FORECASTING → AI-ASSISTED ANALYSIS → SCENARIO → POLICY OPTIONS → PRIORITAS → INDIKATOR → PROGRAM → RKPD → MONITORING & EVALUASI

Pelatihan dirancang secara praktis, aplikatif, berbasis studi kasus dan workshop, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep RPJMD/RKPD, tetapi juga mampu menggunakan pendekatan berbasis data dan scenario planning dalam proses perencanaan pembangunan daerah.


DASAR HUKUM DAN REGULASI

Pembahasan mengacu dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, antara lain:

  1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

  2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, beserta perubahan dan ketentuan pelaksanaannya.

  3. Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025–2045.

  4. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029. Bappenas mencantumkan RPJMN 2025–2029 sebagai dokumen perencanaan nasional periode 2025–2029.

  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD. Peraturan ini masih berstatus berlaku.

  6. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.

  7. Ketentuan mengenai Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sesuai peraturan yang berlaku.

  8. Ketentuan mengenai pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah.

  9. Ketentuan mengenai penyusunan RKPD dan Renja Perangkat Daerah.

  10. Ketentuan dan kebijakan nasional maupun daerah lainnya yang relevan dengan perencanaan pembangunan.

Catatan: Pembahasan regulasi mengikuti ketentuan yang berlaku pada saat kegiatan dilaksanakan.


TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan bertujuan untuk:

  1. Memahami kebijakan dan kerangka perencanaan pembangunan daerah terbaru.

  2. Memahami hubungan RPJPD, RPJMD, RKPD, Renstra dan Renja Perangkat Daerah.

  3. Memahami prinsip perencanaan pembangunan berbasis data.

  4. Meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan pembangunan.

  5. Meningkatkan kemampuan melakukan analisis tren dan forecasting.

  6. Memahami pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai alat bantu analisis perencanaan.

  7. Memahami konsep Scenario Planning dalam perencanaan pembangunan.

  8. Mampu menyusun beberapa kemungkinan skenario pembangunan daerah.

  9. Mampu menentukan prioritas kebijakan dan program berdasarkan data dan bukti.

  10. Meningkatkan kualitas indikator kinerja pembangunan.

  11. Meningkatkan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan evaluasi.

  12. Meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah menyusun perencanaan yang lebih adaptif terhadap perubahan.


PERMASALAHAN YANG SERING TERJADI

Bimtek membahas berbagai permasalahan yang sering muncul dalam proses perencanaan pembangunan daerah, antara lain:

  • Data pembangunan belum terintegrasi.

  • Data antar-OPD belum selalu konsisten.

  • Kualitas dan validitas data belum seragam.

  • Perencanaan masih terlalu berorientasi pada kegiatan.

  • Analisis permasalahan belum berbasis data yang kuat.

  • Indikator kinerja belum sepenuhnya menggambarkan outcome.

  • Target pembangunan belum didukung baseline yang memadai.

  • Proyeksi dan forecasting belum dimanfaatkan secara optimal.

  • Perencanaan belum mempertimbangkan berbagai skenario masa depan.

  • Program prioritas belum selalu didasarkan pada analisis dampak.

  • Keterkaitan antara RPJMD dan RKPD belum optimal.

  • Keterkaitan RKPD dengan Renja Perangkat Daerah perlu diperkuat.

  • Sinkronisasi antar-OPD masih menjadi tantangan.

  • Perubahan kondisi ekonomi dan fiskal dapat mengubah asumsi pembangunan.

  • Perubahan teknologi dan AI belum sepenuhnya diperhitungkan dalam perencanaan.

  • Risiko perubahan iklim, bencana dan perubahan sosial belum selalu masuk dalam skenario pembangunan.

  • Monitoring dan evaluasi belum sepenuhnya digunakan sebagai dasar perbaikan perencanaan berikutnya.

Peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi permasalahan, mengolah informasi, membaca tren, menyusun skenario, menentukan pilihan kebijakan dan membangun rencana tindak lanjut yang lebih terukur.


MATERI PELATIHAN

1. KEBIJAKAN DAN KERANGKA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

  • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

  • Kerangka perencanaan pembangunan daerah.

  • RPJPD 2025–2045.

  • RPJMD 2025–2029.

  • RKPD.

  • Renstra Perangkat Daerah.

  • Renja Perangkat Daerah.

  • Hubungan perencanaan pusat dan daerah.

  • Sinkronisasi perencanaan nasional dan daerah.

  • Arah pembangunan nasional 2025–2029.

  • Studi kasus hubungan antar-dokumen perencanaan.


2. RPJMD, RKPD DAN KONSISTENSI PERENCANAAN

  • Kedudukan RPJMD.

  • Fungsi RKPD.

  • Hubungan RPJMD dengan RKPD.

  • Hubungan RKPD dengan Renja Perangkat Daerah.

  • Keterkaitan perencanaan dan penganggaran.

  • Konsistensi tujuan dan sasaran.

  • Konsistensi indikator.

  • Konsistensi target.

  • Konsistensi program dan kegiatan.

  • Sinkronisasi antar-OPD.

  • Workshop mapping konsistensi dokumen.


3. DATA-DRIVEN PLANNING

  • Konsep perencanaan berbasis data.

  • Data sebagai dasar pengambilan keputusan.

  • Identifikasi kebutuhan data.

  • Sumber data pembangunan.

  • Data sektoral.

  • Data statistik.

  • Data spasial.

  • Data administratif.

  • Data real-time.

  • Data historis.

  • Data primer dan sekunder.

  • Validasi dan verifikasi data.

  • Studi kasus perencanaan berbasis data.


4. DATA QUALITY DAN DATA READINESS

  • Konsep kualitas data.

  • Accuracy.

  • Completeness.

  • Consistency.

  • Timeliness.

  • Validity.

  • Identifikasi data gap.

  • Data cleansing.

  • Data validation.

  • Data readiness assessment.

  • Data governance dasar untuk perencanaan.

  • Workshop Data Readiness Assessment.


5. ANALISIS PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS

  • Identifikasi masalah pembangunan.

  • Root cause analysis.

  • Problem tree.

  • Issue mapping.

  • Analisis kesenjangan.

  • Analisis indikator pembangunan.

  • Identifikasi isu strategis.

  • Analisis lintas sektor.

  • Analisis wilayah.

  • Analisis kelompok sasaran.

  • Penentuan masalah prioritas.

  • Studi kasus analisis isu strategis daerah.


6. ANALISIS TREN DAN FORECASTING PEMBANGUNAN

  • Konsep trend analysis.

  • Analisis data historis.

  • Identifikasi pola perubahan.

  • Forecasting dasar.

  • Proyeksi indikator pembangunan.

  • Proyeksi penduduk.

  • Proyeksi ekonomi.

  • Proyeksi kebutuhan layanan publik.

  • Analisis perubahan permintaan.

  • Interpretasi hasil forecasting.

  • Batasan dan risiko forecasting.

  • Workshop analisis tren dan proyeksi.


7. PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERENCANAAN

AI digunakan sebagai alat bantu analisis, bukan sebagai pengganti pengambil keputusan.

Materi meliputi:

  • Pengenalan AI untuk perencanaan.

  • Generative AI dan analisis informasi.

  • AI-assisted research.

  • AI untuk membantu analisis dokumen.

  • AI untuk identifikasi pola dan isu.

  • AI untuk membantu penyusunan alternatif kebijakan.

  • AI untuk membantu analisis data.

  • AI untuk brainstorming program.

  • AI untuk penyusunan policy brief.

  • Verifikasi dan validasi hasil AI.

  • Risiko hallucination.

  • Human-in-the-loop.

  • Etika dan tata kelola penggunaan AI.

  • Perlindungan data dan informasi.

  • Studi kasus AI-assisted planning.


8. SCENARIO PLANNING PEMBANGUNAN DAERAH

  • Konsep scenario planning.

  • Mengapa perencanaan membutuhkan skenario.

  • Identifikasi driving forces.

  • Identifikasi critical uncertainties.

  • Penyusunan asumsi.

  • Penyusunan baseline scenario.

  • Best-case scenario.

  • Worst-case scenario.

  • Alternative scenario.

  • Scenario matrix.

  • Analisis dampak setiap skenario.

  • Strategi menghadapi ketidakpastian.

  • Workshop penyusunan scenario planning daerah.


9. POLICY OPTIONS DAN IMPACT ANALYSIS

  • Identifikasi alternatif kebijakan.

  • Policy options.

  • Analisis biaya dan manfaat secara konseptual.

  • Analisis dampak kebijakan.

  • Analisis risiko.

  • Analisis kelompok penerima manfaat.

  • Analisis konsekuensi kebijakan.

  • Prioritas kebijakan.

  • Penyusunan rekomendasi.

  • Policy brief.

  • Studi kasus policy options.


10. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAN INDIKATOR KINERJA

  • Penentuan prioritas pembangunan.

  • Tujuan dan sasaran.

  • Outcome dan output.

  • Key Performance Indicator.

  • Baseline.

  • Target.

  • Indikator makro dan sektoral.

  • Indikator lintas OPD.

  • Cascading indikator.

  • Pengukuran keberhasilan.

  • Monitoring dan evaluasi.

  • Workshop penyusunan indikator dan target.


11. PENYUSUNAN ROADMAP PEMBANGUNAN DAERAH

  • Konsep roadmap.

  • Prioritas jangka pendek.

  • Prioritas jangka menengah.

  • Quick wins.

  • Program strategis.

  • Milestone.

  • Target tahunan.

  • Pembagian peran OPD.

  • Kebutuhan data.

  • Kebutuhan sumber daya.

  • Risiko implementasi.

  • Monitoring roadmap.

  • Workshop penyusunan roadmap pembangunan.


12. INTEGRASI PERENCANAAN, PENGANGGARAN, PELAKSANAAN DAN EVALUASI

  • Hubungan perencanaan dan penganggaran.

  • Konsistensi program dengan prioritas.

  • Integrasi indikator dan anggaran.

  • Pengendalian pelaksanaan.

  • Monitoring capaian.

  • Evaluasi hasil pembangunan.

  • Feedback loop.

  • Perbaikan perencanaan berdasarkan hasil evaluasi.

  • Studi kasus integrasi perencanaan sampai evaluasi.


WORKSHOP UTAMA

Pelatihan tidak berhenti pada pembahasan materi.

Peserta akan melakukan simulasi perencanaan dengan alur:

DATA PEMBANGUNAN → DATA READINESS → IDENTIFIKASI MASALAH → ANALISIS TREN → FORECASTING → AI-ASSISTED ANALYSIS → SCENARIO PLANNING → POLICY OPTIONS → PRIORITAS → INDIKATOR → TARGET → ROADMAP → MONITORING & EVALUASI

Output workshop meliputi:

  • Data Readiness Assessment

  • Pemetaan data pembangunan.

  • Identifikasi data gap.

  • Analisis tren.

  • Proyeksi/forecasting.

  • Identifikasi driving forces.

  • Scenario Matrix.

  • Baseline Scenario

  • Best-Case Scenario

  • Worst-Case Scenario

  • Policy Options.

  • Prioritas kebijakan.

  • Draft indikator dan target.

  • Draft roadmap pembangunan.

  • Rencana tindak lanjut.

OUTPUT UTAMA

Draft Scenario Planning Pembangunan Daerah Berbasis Data

dan

Roadmap Tindak Lanjut Perencanaan Pembangunan


SASARAN PESERTA

Program diperuntukkan bagi:

  • Bappeda/Bapperida.

  • Sekretariat Daerah.

  • Kepala Perangkat Daerah.

  • Sekretaris Perangkat Daerah.

  • Bagian Perencanaan.

  • OPD terkait.

  • Pejabat Perencana.

  • Analis Kebijakan.

  • Perencana Ahli.

  • Tim penyusun RPJMD.

  • Tim penyusun RKPD.

  • Tim penyusun Renstra.

  • Tim penyusun Renja.

  • Pejabat fungsional terkait perencanaan pembangunan.

  • ASN yang menangani perencanaan, data, evaluasi dan pembangunan daerah.


METODE PELATIHAN

Pelatihan menggunakan metode:

  • Pemaparan materi.

  • Pembahasan regulasi.

  • Diskusi interaktif.

  • Tanya jawab.

  • Studi kasus.

  • Analisis data.

  • Demonstrasi penggunaan AI sebagai alat bantu analisis.

  • Simulasi forecasting.

  • Scenario planning.

  • Problem solving.

  • Workshop.

  • Presentasi hasil kelompok.

  • Evaluasi.

  • Konsultasi teknis.


JADWAL PELATIHAN 2 HARI

HARI PERTAMA

08.00–08.30 Registrasi

08.30–09.00 Pembukaan

09.00–10.30
Kebijakan dan Kerangka Perencanaan Pembangunan Daerah 2025–2029

10.45–12.00
RPJMD, RKPD, Renstra dan Renja: Konsistensi dan Keterkaitan Antar-Dokumen

13.00–14.30
Data-Driven Planning dan Data Readiness Pemerintah Daerah

14.45–16.00
Analisis Permasalahan, Isu Strategis, Tren dan Forecasting

16.00–16.30
Studi Kasus dan Diskusi


HARI KEDUA

08.30–10.00
Pemanfaatan AI sebagai Alat Bantu Analisis Perencanaan Pembangunan

10.15–12.00
Scenario Planning dan Penyusunan Skenario Pembangunan Daerah

13.00–14.00
Policy Options, Impact Analysis dan Prioritas Pembangunan

14.00–15.30
WORKSHOP RPJMD/RKPD BERBASIS DATA, AI & SCENARIO PLANNING

15.30–16.00
Presentasi Hasil Workshop dan Pembahasan

16.00–16.30
Evaluasi, Penutupan dan Sertifikat


HASIL DAN KOMPETENSI PESERTA

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami kerangka perencanaan pembangunan daerah.

  2. Memahami hubungan RPJPD, RPJMD, RKPD, Renstra dan Renja.

  3. Memahami prinsip data-driven planning.

  4. Mengidentifikasi kebutuhan dan kualitas data.

  5. Melakukan analisis permasalahan pembangunan.

  6. Mengidentifikasi isu strategis.

  7. Melakukan analisis tren.

  8. Memahami forecasting pembangunan.

  9. Memanfaatkan AI sebagai alat bantu analisis secara bertanggung jawab.

  10. Menyusun skenario pembangunan.

  11. Menganalisis alternatif kebijakan.

  12. Menentukan prioritas pembangunan.

  13. Menyusun indikator dan target.

  14. Menyusun roadmap pembangunan.

  15. Memperkuat keterkaitan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

  16. Menghasilkan rancangan tindak lanjut berbasis data dan skenario.


BIAYA DAN FASILITAS PESERTA

Paket Menginap Single Room

Rp5.500.000,-/Peserta

Paket Menginap Twin Sharing

Rp5.000.000,-/Peserta

Paket Non Menginap

Rp4.000.000,-/Peserta

Paket Online

Rp3.000.000,-/Peserta

Fasilitas

  • Sertifikat.

  • Modul pelatihan.

  • Softcopy materi.

  • Seminar kit.

  • Akomodasi sesuai paket.

  • Konsumsi.

  • Coffee break.

  • Dokumentasi.

  • Studi kasus.

  • Workshop.

  • Simulasi analisis.

  • Template workshop.

  • Konsultasi teknis.


INFORMASI DAN PENDAFTARAN

LINKPEMDA – Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah

📱 WhatsApp: 0813-8766-6605

📚 Materi Bimtek:
Lihat Materi Bimtek LINKPEMDA

📅 Jadwal Bimtek:
Lihat Jadwal Bimtek LINKPEMDA

LINKPEMDA melayani:

Public Training • Customized Training • In House Training • Workshop • Coaching Clinic • Online • Offline • Hybrid Training • Pendampingan Teknis


PENUTUP

Bimtek Nasional RPJMD/RKPD Berbasis Data, AI & Scenario Planning dirancang untuk membantu Pemerintah Daerah meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan melalui pendekatan yang lebih berbasis data, adaptif, terukur dan berorientasi pada hasil.

Perencanaan pembangunan menghadapi lingkungan yang semakin dinamis. Perubahan ekonomi, teknologi, demografi, lingkungan, fiskal dan kebutuhan masyarakat dapat memengaruhi pencapaian target pembangunan.

Karena itu, Pemerintah Daerah perlu memiliki kemampuan untuk tidak hanya menjawab:

"Apa yang harus direncanakan?"

tetapi juga:

"Apa yang mungkin terjadi?"
"Apa dampaknya terhadap daerah?"
"Apa pilihan kebijakan yang tersedia?"
"Apa yang harus diprioritaskan?"
"Bagaimana kita mempersiapkan daerah menghadapi berbagai kemungkinan?"

Melalui pendekatan:

DATA → ANALISIS → FORECASTING → AI → SCENARIO → POLICY OPTIONS → PRIORITAS → ROADMAP → EVALUASI

peserta diharapkan mampu membangun proses perencanaan yang lebih responsif terhadap perubahan dan lebih kuat dalam mendukung pengambilan keputusan pembangunan daerah.

LINKPEMDA
Informasi, Bimtek dan Diklat Pemerintahan Daerah & Keuangan

📱 0813-8766-6605

Share :

Tingkatkan Skill Anda Bersama LINKPEMDA