Strategi Profesional Optimalisasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) Tahun 2026 yang Efektif, Tepat Sasaran, Transparan, Akuntabel dan Sesuai Regulasi Terbaru
Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) merupakan salah satu instrumen fiskal strategis pemerintah pusat yang dialokasikan kepada pemerintah daerah guna mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, penegakan hukum, pembinaan lingkungan sosial, peningkatan kualitas bahan baku tembakau, serta penguatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan tata kelola keuangan daerah Tahun 2026, pemerintah telah menetapkan PMK Nomor 22 Tahun 2026 sebagai regulasi terbaru yang mengatur mekanisme penggunaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, pelaporan serta pertanggungjawaban DBH CHT secara lebih terarah, efektif dan akuntabel.
Regulasi terbaru tersebut membawa sejumlah perubahan penting terkait:
✔ Proporsi penggunaan DBH CHT
✔ Prioritas program dan kegiatan
✔ Relaksasi penggunaan anggaran
✔ Mekanisme penganggaran daerah
✔ Penguatan pengawasan dan evaluasi
✔ Sistem pelaporan dan pertanggungjawaban kegiatan
Dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
✔ Belum optimalnya pemahaman terhadap PMK terbaru Tahun 2026
✔ Ketidaksesuaian program dan kegiatan dengan ketentuan DBH CHT
✔ Risiko kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban
✔ Kendala sinkronisasi program dengan RKPD dan APBD
✔ Lemahnya pengendalian dan monitoring pelaksanaan kegiatan
✔ Tingginya potensi temuan pemeriksaan BPK dan APIP
✔ Belum optimalnya penyusunan dokumen pelaporan dan administrasi
✔ Kurangnya pemahaman OPD terhadap implementasi DBH CHT berbasis kinerja
Melalui implementasi pengelolaan DBH CHT Tahun 2026, pemerintah daerah dituntut mampu melaksanakan tata kelola penggunaan anggaran secara profesional, tepat sasaran, berbasis kinerja dan sesuai prinsip akuntabilitas keuangan daerah.
Oleh karena itu diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Nasional yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan, penganggaran, pelaporan serta pertanggungjawaban DBH CHT Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif dan sesuai regulasi terbaru.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
• PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• PMK Nomor 22 Tahun 2026 tentang Pengelolaan dan Penggunaan DBH CHT
• Kebijakan Pengelolaan APBD Tahun 2026
• Regulasi terbaru terkait pengelolaan DBH CHT Tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
BIMTEK ini penting dilaksanakan karena:
⚠ Adanya regulasi terbaru PMK Nomor 22 Tahun 2026
⚠ Tingginya risiko temuan pemeriksaan penggunaan DBH CHT
⚠ Pentingnya sinkronisasi program dengan APBD dan RKPD
⚠ Kebutuhan penguatan tata kelola administrasi dan pelaporan
⚠ Tingginya tuntutan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah
⚠ Pentingnya efektivitas penggunaan DBH CHT berbasis kinerja
⚠ Kebutuhan peningkatan kapasitas OPD pengelola DBH CHT
⚠ Penguatan sistem monitoring dan evaluasi kegiatan daerah
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Memahami substansi PMK Nomor 22 Tahun 2026
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan DBH CHT
✔ Memahami mekanisme penganggaran dan pelaporan DBH CHT
✔ Mengoptimalkan efektivitas penggunaan DBH CHT
✔ Memahami tata cara pertanggungjawaban dan administrasi kegiatan
✔ Meminimalisir risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mewujudkan tata kelola DBH CHT yang profesional dan akuntabel
SASARAN PESERTA
• BPKAD / BKAD
• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Dinas Kesehatan
• Dinas Pertanian / Perkebunan
• Dinas Perindustrian dan Perdagangan
• Bagian Perekonomian Setda
• DPRD Komisi terkait
• Operator SIPD RI
• PPK-SKPD
• PPTK
• Bendahara Pengeluaran
• Seluruh OPD Pengelola DBH CHT
• Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional DBH CHT Tahun 2026
Materi Pembahasan:
• Arah kebijakan fiskal nasional
• Strategi penggunaan DBH CHT Tahun 2026
• Prioritas program pemerintah pusat dan daerah
• Penguatan tata kelola DBH CHT berbasis kinerja
Output:
Peserta memahami arah kebijakan nasional DBH CHT Tahun 2026.
Modul 2 — Pembahasan Lengkap PMK Nomor 22 Tahun 2026
Materi Pembahasan:
• Ketentuan terbaru pengelolaan DBH CHT
• Perubahan proporsi penggunaan dana
• Relaksasi penggunaan anggaran
• Ketentuan pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
Output:
Peserta memahami implementasi PMK terbaru secara komprehensif.
Modul 3 — Strategi Penyusunan Program dan Kegiatan DBH CHT
Materi Pembahasan:
• Sinkronisasi program dengan RKPD dan APBD
• Penyusunan indikator output dan outcome
• Strategi efektivitas program daerah
• Penyusunan kegiatan berbasis prioritas
Output:
Peserta mampu menyusun program DBH CHT yang tepat sasaran.
Modul 4 — Implementasi Penggunaan DBH CHT pada OPD Teknis
Materi Pembahasan:
• Implementasi kegiatan pada OPD
• Studi kasus penggunaan DBH CHT
• Monitoring dan evaluasi kegiatan
• Strategi pengendalian pelaksanaan program
Output:
Peserta memahami implementasi teknis penggunaan DBH CHT di daerah.
Modul 5 — Tata Cara Penatausahaan dan Pertanggungjawaban DBH CHT
Materi Pembahasan:
• Administrasi penggunaan DBH CHT
• Dokumen pertanggungjawaban kegiatan
• Mekanisme pelaporan keuangan
• Rekonsiliasi administrasi kegiatan
Output:
Peserta mampu melaksanakan penatausahaan dan pertanggungjawaban secara tertib.
Modul 6 — Strategi Pencegahan Temuan Pemeriksaan BPK dan APIP
Materi Pembahasan:
• Identifikasi potensi temuan pemeriksaan
• Penguatan pengendalian internal
• Strategi mitigasi risiko administrasi
• Penyelesaian permasalahan penggunaan DBH CHT
Output:
Peserta memahami strategi mitigasi temuan audit dan penguatan akuntabilitas.
Modul 7 — Workshop Penyusunan RKA dan Administrasi DBH CHT
Materi Pembahasan:
• Simulasi penyusunan kegiatan
• Penyusunan RKA DBH CHT
• Praktik penyusunan dokumen administrasi
• Evaluasi implementasi peserta
Output:
Peserta mampu menyusun administrasi dan kegiatan DBH CHT secara mandiri.
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Pemerintah Daerah
Materi Pembahasan:
• Analisis permasalahan daerah
• Studi kasus implementasi DBH CHT
• Solusi pengelolaan dan pelaporan
• Praktik terbaik pemerintah daerah
Output:
Peserta memperoleh pemahaman aplikatif implementasi DBH CHT di daerah.
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Penyusunan RKA
✅ Simulasi Administrasi dan Pelaporan
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Pengelolaan DBH CHT
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional DBH CHT Tahun 2026
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop Penyusunan Program dan RKA
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Evaluasi, Diskusi dan Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Memahami implementasi PMK terbaru Tahun 2026
✔ Mampu menyusun program DBH CHT yang tepat sasaran
✔ Memahami mekanisme administrasi dan pelaporan kegiatan
✔ Mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan
✔ Mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat BIMTEK
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan, penganggaran dan pertanggungjawaban DBH CHT Tahun 2026 yang profesional, transparan, efektif dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:
✔ Mengoptimalkan penggunaan DBH CHT secara tepat sasaran
✔ Memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah
✔ Meningkatkan kualitas administrasi dan pelaporan kegiatan
✔ Meminimalisir risiko temuan pemeriksaan keuangan
✔ Mendukung penguatan tata kelola pemerintahan daerah
LinkPemda siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah Tahun 2026.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website :Linkpemda.com
📧 Email : info@linkpemda.com
May 25, 2026 / Materi
Strategi Profesional Pengelolaan, Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pengendalian Belanja Daerah Berbasis SIPD RI, Transparan, Akuntabel dan Sesuai Regulasi Terbaru
Dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola keuangan daerah yang profesional, transparan, efektif, dan akuntabel, pemerintah pusat terus mendorong penguatan sistem penatausahaan belanja daerah khususnya pada pengelolaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa yang menjadi komponen strategis dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
Pengelolaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa merupakan salah satu aspek penting dalam siklus pengelolaan keuangan daerah yang berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik, pembangunan daerah, serta tingkat akuntabilitas pemerintah daerah.
Melalui implementasi SIPD RI dan transformasi digital pengelolaan keuangan daerah Tahun 2026, seluruh pemerintah daerah dituntut mampu melaksanakan proses penatausahaan belanja secara tertib administrasi, tepat sasaran, sesuai ketentuan regulasi, serta mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan.
Namun dalam implementasinya, masih banyak pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
✔ Ketidaksesuaian penatausahaan belanja dengan regulasi terbaru
✔ Risiko kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban belanja
✔ Kendala implementasi SIPD RI modul penatausahaan
✔ Rendahnya pemahaman pejabat pengelola keuangan daerah
✔ Tingginya potensi temuan pemeriksaan BPK
✔ Ketidaktepatan pengelompokan Belanja Modal dan Barang/Jasa
✔ Kelemahan pengendalian administrasi pengeluaran daerah
✔ Belum optimalnya sinkronisasi proses pengadaan dan penatausahaan keuangan
Sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan akuntabilitas keuangan daerah Tahun 2026, aparatur pemerintah daerah dituntut memiliki kompetensi teknis dan pemahaman regulasi dalam penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa secara profesional, modern, dan berbasis digital.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam implementasi penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai regulasi terbaru.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
• Kebijakan Implementasi SIPD RI Tahun 2026
• Regulasi APBD dan Penatausahaan Keuangan Daerah Tahun 2026
• Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
• Regulasi terbaru terkait Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting dilaksanakan karena:
⚠ Tingginya risiko temuan pemeriksaan pada belanja daerah
⚠ Pentingnya tertib administrasi penatausahaan keuangan
⚠ Implementasi SIPD RI yang terus diperkuat tahun 2026
⚠ Kompleksitas pengelolaan Belanja Modal dan Barang/Jasa
⚠ Tingginya tuntutan transparansi dan akuntabilitas APBD
⚠ Kebutuhan sinkronisasi pengadaan dan penatausahaan keuangan
⚠ Pentingnya peningkatan kapasitas bendahara dan PPK-SKPD
⚠ Penguatan tata kelola keuangan daerah berbasis digital
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Memahami regulasi terbaru penatausahaan belanja daerah Tahun 2026
✔ Meningkatkan kompetensi aparatur dalam pengelolaan Belanja Modal dan Barang/Jasa
✔ Memahami implementasi SIPD RI modul penatausahaan
✔ Mengoptimalkan administrasi dan pertanggungjawaban belanja daerah
✔ Meminimalisir risiko kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Memahami klasifikasi dan mekanisme belanja daerah secara tepat
✔ Mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang profesional dan akuntabel
SASARAN PESERTA
• BPKAD/BKD
• PPK-SKPD
• PPTK
• Bendahara Pengeluaran
• Bendahara Pengeluaran Pembantu
• Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
• Operator SIPD RI
• Inspektorat Daerah
• Bagian Keuangan Setda
• Seluruh OPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026
• Arah kebijakan pengelolaan APBD
• Penguatan akuntabilitas keuangan daerah
• Transformasi digital pengelolaan keuangan daerah
Output: Pemahaman kebijakan strategis pengelolaan keuangan daerah
Modul 2 — Regulasi Penatausahaan Belanja Modal dan Barang/Jasa Tahun 2026
• Update regulasi terbaru
• Ketentuan klasifikasi belanja daerah
• Mekanisme administrasi penatausahaan belanja
Output: Pemahaman regulasi terbaru penatausahaan belanja
Modul 3 — Teknik Penatausahaan Belanja Modal
• Pengelolaan administrasi Belanja Modal
• Mekanisme pembayaran dan pencatatan
• Pertanggungjawaban Belanja Modal
Output: Penatausahaan Belanja Modal yang tertib dan akuntabel
Modul 4 — Teknik Penatausahaan Belanja Barang/Jasa
• Administrasi Belanja Barang/Jasa
• Verifikasi dokumen pembayaran
• Pengendalian administrasi belanja
Output: Pengelolaan Belanja Barang/Jasa yang profesional
Modul 5 — Implementasi SIPD RI Modul Penatausahaan
• Input transaksi belanja daerah
• Penatausahaan berbasis SIPD RI
• Rekonsiliasi dan pelaporan keuangan daerah
Output: Penguasaan implementasi SIPD RI
Modul 6 — Strategi Pencegahan Temuan Pemeriksaan BPK
• Identifikasi potensi temuan pemeriksaan
• Penguatan pengendalian internal
• Strategi administrasi yang sesuai regulasi
Output: Minimasi risiko temuan audit keuangan
Modul 7 — Pertanggungjawaban dan Pelaporan Belanja Daerah
• Penyusunan laporan pertanggungjawaban
• Rekonsiliasi laporan keuangan
• Sinkronisasi administrasi dan pelaporan
Output: Pelaporan keuangan yang tertib dan akuntabel
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice Pemerintah Daerah
• Analisis permasalahan penatausahaan
• Studi kasus pengelolaan belanja daerah
• Solusi implementatif di lapangan
Output: Pemahaman aplikatif implementasi daerah
Modul 9 — Workshop Praktik Penatausahaan SIPD RI
• Simulasi input transaksi
• Praktik administrasi penatausahaan
• Evaluasi implementasi peserta
Output: Peserta mampu mengimplementasikan sistem secara mandiri
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Workshop Praktik SIPD RI
✅ Simulasi Penatausahaan Keuangan
✅ Studi Kasus Pemerintah Daerah
✅ Diskusi dan Konsultasi Teknis
✅ Coaching Clinic Pengelolaan Belanja Daerah
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta
09.00 – 10.30 Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah
10.30 – 12.00 Modul 1 & Modul 2
13.00 – 14.30 Modul 3
14.30 – 16.30 Workshop SIPD RI Penatausahaan
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & Modul 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 14.30 Modul 8
14.30 – 16.30 Workshop, Evaluasi & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Memahami penatausahaan Belanja Modal dan Barang/Jasa Tahun 2026
✔ Mampu mengimplementasikan SIPD RI modul penatausahaan
✔ Memahami mekanisme administrasi dan pertanggungjawaban belanja
✔ Mampu meminimalisir risiko temuan pemeriksaan
✔ Mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pengelola keuangan daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat Bimtek
✔ Modul Pelatihan Lengkap
✔ Softcopy Materi
✔ Seminar Kit
✔ Konsultasi Pasca Pelatihan
✔ Konsumsi dan Coffee Break
✔ Dokumentasi Kegiatan
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam penatausahaan Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Tahun 2026 yang profesional, modern, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah mampu:
✔ Mengoptimalkan tata kelola pengeluaran daerah
✔ Memperkuat akuntabilitas pengelolaan APBD
✔ Meningkatkan kualitas administrasi penatausahaan belanja
✔ Meminimalisir risiko temuan pemeriksaan keuangan
✔ Mendukung transformasi digital pengelolaan keuangan daerah
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur serta peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah berbasis digital Tahun 2026.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp : 0813-8766-6605
🌐 Website : LINKPEMDA.com
📧 Email : info@linkpemda.com
 kompres.png)
May 25, 2026 / Materi
Bimbingan Teknis peningkatan kompetensi bendahara dalam penatausahaan keuangan melalui sipd ri
Strategi Peningkatan Kompetensi Bendahara dalam Penatausahaan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah yang Akuntabel, Efektif, dan Terintegrasi Digital melalui SIPD RI
Dalam era transformasi digital pemerintahan dan reformasi pengelolaan keuangan daerah, bendahara pemerintah daerah dituntut untuk memiliki kompetensi yang profesional, adaptif, dan mampu memahami implementasi regulasi keuangan terbaru secara tepat dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI).
Sejalan dengan kebijakan nasional terkait digitalisasi tata kelola keuangan daerah, penerapan SIPD RI menjadi instrumen utama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.
Namun dalam praktik pelaksanaannya, masih banyak ditemukan berbagai kendala dan permasalahan, antara lain:
✔ Kesalahan penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan
✔ Ketidaksesuaian administrasi dengan regulasi terbaru
✔ Kendala implementasi SIPD RI dalam proses keuangan daerah
✔ Risiko temuan pemeriksaan terkait administrasi bendahara
✔ Keterlambatan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan
✔ Minimnya pemahaman teknis penggunaan SIPD RI secara optimal
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur melalui kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada penguatan kompetensi bendahara daerah berbasis SIPD RI dan regulasi keuangan terbaru tahun 2026 secara komprehensif, aplikatif, dan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Kebijakan Implementasi SIPD RI
• Regulasi terbaru pengelolaan keuangan daerah tahun 2026
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting karena:
⚠ Tingginya risiko kesalahan administrasi bendahara
⚠ Masih lemahnya pemahaman implementasi SIPD RI
⚠ Kompleksitas regulasi keuangan daerah yang terus berkembang
⚠ Tingginya temuan audit terkait pertanggungjawaban keuangan
⚠ Kebutuhan peningkatan kompetensi bendahara secara berkelanjutan
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Meningkatkan kompetensi bendahara daerah dalam pengelolaan keuangan
✔ Memahami implementasi SIPD RI secara optimal
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan pertanggungjawaban
✔ Meningkatkan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah
✔ Memahami regulasi keuangan terbaru tahun 2026
✔ Mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan APBD
SASARAN PESERTA
• Bendahara Pengeluaran
• Bendahara Penerimaan
• BPKAD / BKAD
• PPK / PPTK
• Pengelola Keuangan OPD
• Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD Pemerintah Daerah
MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026
• Arah kebijakan nasional pengelolaan keuangan
• Reformasi tata kelola keuangan daerah
• Penguatan akuntabilitas keuangan pemerintah
Output: Pemahaman kebijakan strategis nasional
Modul 2 — Regulasi Bendahara dan Pengelolaan Keuangan Daerah
• Tugas dan tanggung jawab bendahara
• Regulasi terbaru pengelolaan keuangan
• Risiko hukum administrasi bendahara
Output: Pemahaman regulasi bendahara
Modul 3 — Implementasi SIPD RI dalam Penatausahaan Keuangan
• Konsep dan mekanisme SIPD RI
• Alur penatausahaan keuangan berbasis SIPD
• Integrasi administrasi keuangan daerah
Output: Pemahaman teknis SIPD RI
Modul 4 — Penatausahaan Keuangan Bendahara melalui SIPD RI
• Penginputan administrasi keuangan
• Pengelolaan bukti transaksi
• Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran
Output: Administrasi bendahara yang tertib
Modul 5 — Pertanggungjawaban dan Pelaporan Keuangan Bendahara
• Penyusunan laporan pertanggungjawaban
• Rekonsiliasi keuangan
• Penyelesaian administrasi keuangan
Output: Laporan bendahara yang akuntabel
Modul 6 — Pencegahan Temuan Audit dan Risiko Administrasi
• Temuan umum pemeriksaan BPK
• Risiko kesalahan administrasi bendahara
• Strategi mitigasi dan pengendalian internal
Output: Minim risiko pemeriksaan
Modul 7 — Optimalisasi Penggunaan SIPD RI
• Solusi kendala implementasi SIPD
• Strategi percepatan administrasi keuangan
• Efektivitas pengelolaan data keuangan
Output: Optimalisasi penggunaan SIPD
Modul 8 — Studi Kasus dan Best Practice
• Studi kasus pengelolaan keuangan daerah
• Analisis permasalahan nyata
• Solusi implementatif lapangan
Output: Pemahaman praktis dan aplikatif
Modul 9 — Workshop Praktik SIPD RI
• Simulasi penatausahaan keuangan
• Praktik administrasi bendahara
• Review hasil peserta
Output: Dokumen administrasi siap diterapkan
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik
✅ Simulasi SIPD RI
✅ Coaching Clinic
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi
09.00 – 10.30 Kebijakan & Regulasi
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
13.00 – 14.30 Modul 3 & 4
14.30 – 16.00 Diskusi & Simulasi
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8
15.00 – 16.30 Workshop & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Pemahaman implementasi SIPD RI
✔ Kemampuan penatausahaan keuangan daerah
✔ Administrasi bendahara yang tertib dan akuntabel
✔ Strategi pencegahan temuan audit
✔ Peningkatan kompetensi pengelolaan keuangan daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam:
✔ Meningkatkan kompetensi bendahara daerah
✔ Memperkuat implementasi SIPD RI
✔ Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan
✔ Meminimalisir kesalahan administrasi dan temuan audit
✔ Mendukung tata kelola keuangan daerah yang efektif dan modern
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah secara berkelanjutan.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website LINKPEMDA
📧 Email: info@linkpemda.com
May 05, 2026 / Materi
Transformasi Sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD Berbasis Outcome untuk Mendorong Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Kinerja Pembangunan Daerah
Dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel, pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada kualitas belanja dan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, pendekatan penganggaran berbasis kinerja (performance & outcome-based budgeting) menjadi prioritas utama dalam memastikan bahwa setiap rupiah belanja daerah memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan permasalahan, antara lain:
✔ Ketidaksinkronan antara RPJMD, RKPD, dan APBD
✔ Belanja daerah belum sepenuhnya berbasis outcome
✔ Rendahnya efektivitas program dan kegiatan
✔ Indikator kinerja belum terukur secara tepat
✔ Tingginya belanja rutin dibanding belanja produktif
✔ Temuan audit terkait efisiensi dan efektivitas belanja
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur melalui kegiatan Bimbingan Teknis yang fokus pada Analisis Kinerja Belanja Daerah (Spending Review) secara komprehensif dan aplikatif.
DASAR HUKUM
• UUD 1945
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020
• Kebijakan nasional terkait penganggaran berbasis kinerja
• Pedoman evaluasi kinerja pembangunan daerah
URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting karena:
⚠ Masih tingginya ketidakefisienan belanja daerah
⚠ Program belum sepenuhnya berorientasi hasil (outcome)
⚠ Keterbatasan kemampuan analisis kinerja belanja
⚠ Tingginya koreksi dalam pembahasan anggaran
⚠ Temuan audit terkait efektivitas belanja
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
✔ Meningkatkan pemahaman aparatur dalam analisis kinerja belanja
✔ Mengoptimalkan sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD
✔ Mendorong implementasi outcome-based budgeting
✔ Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran
✔ Meminimalisir pemborosan dan duplikasi program
✔ Meningkatkan kualitas kinerja pembangunan daerah
SASARAN PESERTA
• Bappeda / Bapperida
• BPKAD / BKAD
• Inspektorat
• Sekretariat Daerah
• Seluruh OPD
• Pejabat Perencana
• PPK / PPTK
• Tim TAPD
MATERI BIMTEK (STRUKTUR PROFESIONAL)
Modul 1 — Kebijakan Nasional Pengelolaan Keuangan dan Belanja Daerah 2026
Arah kebijakan fiskal nasional & daerah
Reformasi pengelolaan keuangan
Prinsip value for money
Output: Pemahaman kebijakan strategis nasional
Modul 2 — Konsep Analisis Kinerja Belanja (Spending Review)
Definisi dan tujuan spending review
Pendekatan efisiensi, efektivitas, dan ekonomi
Metodologi analisis belanja
Output: Pemahaman metode analisis belanja
Modul 3 — Integrasi RPJMD, RKPD, dan APBD
Keterkaitan dokumen perencanaan dan penganggaran
Sinkronisasi program dan kegiatan
Konsistensi kebijakan daerah
Output: Sinkronisasi dokumen daerah
Modul 4 — Penganggaran Berbasis Outcome
Perbedaan output vs outcome
Penyusunan indikator kinerja
Pengukuran keberhasilan program
Output: Indikator kinerja berbasis outcome
Modul 5 — Analisis Efektivitas dan Efisiensi Belanja
Evaluasi program dan kegiatan
Identifikasi pemborosan anggaran
Optimalisasi alokasi belanja
Output: Rekomendasi efisiensi belanja
Modul 6 — Teknik Evaluasi Kinerja Program Daerah
Analisis capaian kinerja
Perbandingan target vs realisasi
Penilaian dampak program
Output: Evaluasi program berbasis data
Modul 7 — Penyusunan Rekomendasi Spending Review
Penyusunan laporan analisis
Strategi perbaikan program
Re-alokasi anggaran
Output: Dokumen rekomendasi kebijakan
Modul 8 — Pencegahan Inefisiensi dan Temuan Audit
Temuan umum BPK terkait belanja
Risiko ketidakefisienan
Strategi mitigasi
Output: Minim temuan pemeriksaan
Modul 9 — Studi Kasus dan Best Practice
Studi kasus daerah
Analisis permasalahan nyata
Solusi implementatif
Output: Pemahaman praktis lapangan
Modul 10 — Workshop Praktik
Simulasi analisis belanja
Penyusunan rekomendasi
Review hasil peserta
Output: Dokumen siap diterapkan
METODE PELAKSANAAN
✅ Ceramah Interaktif
✅ Diskusi & Studi Kasus
✅ Workshop Praktik
✅ Simulasi
✅ Coaching Clinic
AGENDA KEGIATAN (2 HARI EFEKTIF)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 Registrasi
09.00 – 10.30 Kebijakan & Konsep
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
13.00 – 14.30 Modul 3 & 4
14.30 – 16.00 Diskusi
Hari Kedua
08.30 – 10.00 Modul 5 & 6
10.00 – 12.00 Modul 7
13.00 – 15.00 Modul 8 & 9
15.00 – 16.30 Workshop & Penutupan
OUTPUT PESERTA
✔ Pemahaman analisis kinerja belanja
✔ Dokumen rekomendasi efisiensi anggaran
✔ Indikator kinerja berbasis outcome
✔ Strategi optimalisasi belanja daerah
FASILITAS PESERTA
✔ Sertifikat Nasional
✔ Modul pelatihan lengkap
✔ Softcopy materi
✔ Konsultasi pasca pelatihan
✔ Seminar kit
✔ Konsumsi (offline)
BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam:
✔ Meningkatkan kualitas belanja daerah
✔ Mewujudkan efisiensi dan efektivitas anggaran
✔ Mengoptimalkan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran
✔ Meningkatkan kinerja pembangunan daerah
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah secara berkelanjutan.
INFORMASI & PENDAFTARAN
📞 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
May 01, 2026 / Materi
Penguatan Tata Kelola Kas Daerah yang Efektif, Akuntabel, Tertib Administrasi, dan Sesuai Regulasi Terbaru
Kas Daerah | SP2D | UP/GU/TU | Bendahara Pengeluaran | Penatausahaan Keuangan | Pertanggungjawaban Bendahara | SIPD RI | Akuntabilitas Keuangan
Dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, pemerintah daerah wajib memastikan pengelolaan kas daerah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kas daerah merupakan pusat pengelolaan arus penerimaan dan pengeluaran daerah yang berperan strategis dalam menjamin kelancaran pelaksanaan APBD, pembayaran kegiatan perangkat daerah, serta menjaga stabilitas fiskal daerah.
Salah satu aspek penting dalam pengelolaan keuangan daerah adalah proses penerbitan SP2D, mekanisme UP/GU/TU, serta tertib administrasi dan pertanggungjawaban bendahara.
Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak daerah menghadapi berbagai kendala, antara lain:
✔ Keterlambatan penerbitan SP2D
✔ Kesalahan administrasi pengajuan GU/TU
✔ Penumpukan kas dan rendahnya cash flow planning
✔ Ketidaksesuaian bukti pertanggungjawaban bendahara
✔ Temuan audit terkait penatausahaan keuangan
✔ Pemahaman regulasi bendahara masih belum merata
✔ Kendala penggunaan SIPD RI dalam proses pembayaran
Melalui bimtek ini, peserta akan memperoleh pemahaman menyeluruh dan praktik terbaik mengenai tata kelola kas daerah, mekanisme pembayaran daerah, serta sistem pertanggungjawaban bendahara sesuai regulasi terbaru.
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek ini mengacu pada regulasi terbaru:
• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• Peraturan terkait SIPD RI dan sistem keuangan daerah
• Ketentuan pemeriksaan BPK dan pengawasan APIP
🔥 URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini sangat penting karena:
⚠ Masih banyak kesalahan administrasi bendahara
⚠ Keterlambatan pembayaran kegiatan OPD
⚠ Pengelolaan kas belum berbasis perencanaan cash flow
⚠ Tingginya temuan audit pertanggungjawaban belanja
⚠ Bendahara belum memahami update regulasi terbaru
⚠ Perlunya sinkronisasi sistem manual dengan SIPD RI
Dengan mengikuti bimtek ini, peserta akan memperoleh:
✔ Pemahaman komprehensif pengelolaan kas daerah
✔ Strategi percepatan penerbitan SP2D
✔ Tata cara UP/GU/TU yang benar
✔ Teknik penyusunan LPJ bendahara yang rapi
✔ Pencegahan temuan pemeriksaan BPK/Inspektorat
✔ Template administrasi bendahara siap pakai
🎯 TUJUAN BIMTEK
Meningkatkan kompetensi aparatur pengelola keuangan daerah
Mewujudkan tata kelola kas daerah yang sehat dan efisien
Meningkatkan kualitas administrasi bendahara
Meminimalisir kesalahan pembayaran dan pertanggungjawaban
Mendukung pengelolaan keuangan daerah berbasis akuntabilitas
📘 MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Pengelolaan Kas Daerah Tahun 2026
• Prinsip pengelolaan kas daerah
• Peran BUD, PPKD, dan OPD
• Sinkronisasi kas dengan APBD
Output: Pemahaman dasar pengelolaan kas
Modul 2 — Manajemen Arus Kas dan Cash Flow Daerah
• Perencanaan kebutuhan kas daerah
• Proyeksi penerimaan dan pengeluaran
• Strategi menjaga likuiditas kas
Output: Sistem cash flow efektif
Modul 3 — Tata Cara Penerbitan SP2D
• Jenis-jenis SP2D
• Proses verifikasi SPM sampai SP2D
• Percepatan layanan pembayaran daerah
Output: Proses SP2D cepat dan tepat
Modul 4 — Mekanisme UP, GU, TU dan LS
• Pengajuan Uang Persediaan
• Ganti Uang Persediaan
• Tambahan Uang Persediaan
• Pembayaran Langsung
Output: Pemahaman sistem pembayaran lengkap
Modul 5 — Tugas dan Tanggung Jawab Bendahara
• Bendahara pengeluaran
• Bendahara penerimaan
• Wewenang dan tanggung jawab hukum
Output: Pemahaman peran bendahara
Modul 6 — Pertanggungjawaban Bendahara
• Penyusunan LPJ bendahara
• Rekonsiliasi buku kas umum
• Kelengkapan bukti transaksi
Output: LPJ bendahara siap audit
Modul 7 — Penatausahaan dalam SIPD RI
• Input transaksi bendahara
• Integrasi pembayaran dengan SIPD
• Solusi error umum SIPD RI
Output: Penguasaan teknis aplikasi
Modul 8 — Pencegahan Temuan Audit
• Temuan umum BPK terkait bendahara
• Kesalahan administrasi yang sering terjadi
• Langkah pencegahan dan mitigasi
Output: Minim temuan pemeriksaan
Modul 9 — Studi Kasus Lapangan
• Kasus keterlambatan GU/TU
• Kesalahan bukti belanja
• Solusi penatausahaan bendahara
Output: Pemahaman praktis lapangan
Modul 10 — Workshop Praktik
• Simulasi SP2D
• Penyusunan LPJ bendahara
• Klinik konsultasi peserta
Output: Dokumen siap diterapkan
📅 AGENDA BIMTEK (2 HARI EFEKTIF)
HARI PERTAMA
08.00 – 09.00 Registrasi & Coffee Break
09.00 – 09.30 Pembukaan
09.30 – 10.30 Kebijakan Pengelolaan Kas Daerah
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.30 Modul 3 (SP2D)
14.30 – 16.00 Modul 4 (UP/GU/TU/LS)
16.00 – 16.30 Diskusi
HARI KEDUA
08.30 – 10.00 Modul 5 (Peran Bendahara)
10.00 – 11.30 Modul 6 (LPJ Bendahara)
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 – 14.00 Modul 7 (SIPD RI)
14.00 – 15.00 Modul 8 & 9
15.00 – 16.00 Workshop Praktik
16.00 – 16.30 Penutupan
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
🎁 FASILITAS PESERTA
✔ Penginapan hotel 4 hari 3 malam
✔ Sertifikat resmi
✔ Modul pelatihan premium
✔ Template LPJ Bendahara
✔ Template Administrasi GU/TU/SP2D
✔ Tas & seminar kit
✔ Konsumsi & coffee break
✔ Narasumber nasional berkompeten
👥 TARGET PESERTA
• BPKAD / BPKPD
• Badan Keuangan Daerah
• Bendahara Pengeluaran OPD
• Bendahara Penerimaan
• PPK-SKPD
• PPTK
• Sekretariat Daerah
• Inspektorat
• Seluruh OPD terkait
🎤 NARASUMBER
• Kementerian Dalam Negeri
• Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah
• Praktisi Pengelolaan Keuangan Daerah
• Auditor Pemerintah
• Akademisi
• Konsultan Keuangan Publik
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk memastikan Pemerintah Daerah mampu:
✔ Mengelola kas daerah secara efektif dan sehat
✔ Mempercepat proses pembayaran SP2D
✔ Menjalankan mekanisme UP/GU/TU secara benar
✔ Menyusun LPJ bendahara yang tertib
✔ Mengurangi temuan audit keuangan daerah
✔ Meningkatkan profesionalisme aparatur pengelola keuangan
Linkpemda siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan tata kelola keuangan daerah secara berkelanjutan.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
📱 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
April 17, 2026 / Materi
SIPD RI | KUA-PPAS | Penganggaran Daerah | Keuangan Daerah | SHS & ASB | Akuntabilitas APBD | Tata Kelola Pemerintahan
Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja, pemerintah daerah dituntut untuk mampu menyusun dokumen penganggaran secara profesional, terukur, dan sesuai dengan kebijakan nasional.
Penyusunan RKA-SKPD dan APBD Tahun 2027 merupakan tahapan strategis dalam siklus keuangan daerah yang menentukan keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan.
Sebagai turunan dari RKPD dan Renja OPD, RKA-SKPD harus mampu menerjemahkan perencanaan ke dalam struktur anggaran yang efisien, tepat sasaran, dan memiliki indikator kinerja yang jelas.
Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, antara lain:
✔ Ketidaksinkronan antara RKPD, Renja OPD, dan RKA-SKPD
✔ Penyusunan anggaran belum sepenuhnya berbasis kinerja
✔ Kesalahan dalam klasifikasi dan nomenklatur belanja
✔ Ketidaktepatan dalam penentuan SHS dan ASB
✔ Minimnya pemahaman teknis penggunaan SIPD RI
✔ Tingginya potensi temuan audit (APIP & BPK)
Sejalan dengan kebijakan nasional dan digitalisasi melalui SIPD RI, penyusunan anggaran daerah harus dilakukan secara sistematis, terintegrasi, dan berbasis kinerja.
Melalui pendekatan penganggaran berbasis kinerja, pemerintah daerah dapat:
✔ Menyusun anggaran yang terukur dan tepat sasaran
✔ Meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja daerah
✔ Memastikan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran
✔ Meningkatkan kualitas output dan outcome pembangunan
✔ Meminimalisir temuan audit dan kesalahan administrasi
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek ini mengacu pada regulasi terbaru:
• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri No. 86 Tahun 2017 tentang Perencanaan Pembangunan Daerah
• Kebijakan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027
• Ketentuan terkait SIPD RI
🔥 URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini sangat penting karena:
⚠ Banyak OPD belum memahami penyusunan RKA berbasis kinerja
⚠ Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran masih lemah
⚠ Tingginya revisi anggaran dalam proses APBD
⚠ Kesalahan kodefikasi dan struktur belanja masih sering terjadi
⚠ Potensi temuan audit keuangan daerah masih tinggi
Dengan mengikuti bimtek ini, peserta akan memperoleh:
✔ Pemahaman komprehensif penyusunan RKA-SKPD & APBD
✔ Kemampuan teknis penganggaran berbasis kinerja
✔ Template RKA-SKPD, KUA-PPAS, dan APBD
✔ Strategi sinkronisasi perencanaan & penganggaran
✔ Peningkatan akuntabilitas dan kualitas anggaran
🎯 TUJUAN BIMTEK
Meningkatkan pemahaman ASN terkait penganggaran daerah Tahun 2027
Meningkatkan kemampuan teknis penyusunan RKA-SKPD
Mewujudkan sinkronisasi RKPD, Renja OPD, dan APBD
Mengurangi kesalahan administrasi dan revisi anggaran
Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah
📘 MATERI BIMTEK
Modul 1 — Kebijakan Penganggaran Daerah
• Arah kebijakan nasional 2027
• Prinsip penganggaran berbasis kinerja
• Peran APBD dalam pembangunan
Output: Pemahaman kebijakan penganggaran
Modul 2 — Regulasi Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri 77 Tahun 2020
• Siklus APBD
• Kewenangan dan peran OPD
Output: Pemahaman regulasi keuangan
Modul 3 — Penyusunan KUA–PPAS
• Tahapan KUA–PPAS
• Penentuan plafon anggaran
• Sinkronisasi prioritas daerah
Output: Dokumen KUA–PPAS yang tepat
Modul 4 — Penyusunan RKA-SKPD Berbasis Kinerja
• Penyusunan program & kegiatan
• Indikator kinerja dan target
• Penyusunan anggaran berbasis output
Output: RKA-SKPD berkualitas
Modul 5 — Standar Harga Satuan & ASB
• Penyusunan SHS
• Analisis Standar Belanja
• Pengendalian kewajaran anggaran
Output: Anggaran realistis & efisien
Modul 6 — Klasifikasi & Nomenklatur Anggaran
• Kodefikasi akun belanja
• Struktur APBD terbaru
• Penyesuaian nomenklatur
Output: Anggaran sesuai standar
Modul 7 — Implementasi SIPD RI
• Input RKA di SIPD
• Integrasi data perencanaan & penganggaran
• Validasi dan finalisasi
Output: Penguasaan teknis SIPD
Modul 8 — Strategi Menghindari Temuan Audit
• Temuan audit yang sering terjadi
• Kesalahan fatal dalam penganggaran
• Sistem pengendalian internal
Output: Penganggaran aman audit
Modul 9 — Studi Kasus & Best Practice
• Contoh kasus nyata daerah
• Evaluasi dokumen RKA
• Solusi implementatif
Output: Pemahaman praktis
Modul 10 — Workshop Praktik
• Simulasi penyusunan RKA-SKPD
• Review dokumen peserta
• Penyempurnaan anggaran
Output: Hasil siap diterapkan
📅 AGENDA BIMTEK (2 HARI EFEKTIF)
HARI PERTAMA
08.00 – 09.00 Registrasi & Coffee Break
09.00 – 09.30 Pembukaan
09.30 – 10.30 Kebijakan Penganggaran
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.30 Modul 3 (KUA–PPAS)
14.30 – 16.00 Modul 4 (RKA-SKPD)
16.00 – 16.30 Diskusi
HARI KEDUA
08.30 – 10.00 Modul 5 (SHS & ASB)
10.00 – 11.30 Modul 6 (Nomenklatur)
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 – 14.00 Modul 7 (SIPD RI)
14.00 – 15.00 Modul 8 & 9
15.00 – 16.00 Workshop Praktik
16.00 – 16.30 Penutupan
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
🎁 FASILITAS PESERTA
✔ Penginapan hotel 4 hari 3 malam
✔ Sertifikat resmi
✔ Modul pelatihan premium
✔ Template RKA-SKPD, KUA-PPAS & APBD
✔ Template SHS & ASB
✔ Tas & seminar kit
✔ Konsumsi & coffee break
✔ Narasumber nasional berkompeten
👥 TARGET PESERTA
• BPKAD / BKAD
• Bappeda / Bapperida
• Inspektorat Daerah
• Seluruh OPD
• Pejabat Penatausahaan Keuangan
• Bendahara Pengeluaran
• Tim Penyusun RKA-SKPD
🎤 NARASUMBER
• Kementerian Dalam Negeri
• Kementerian Keuangan
• Bappenas
• Praktisi keuangan daerah
• Auditor APIP / BPK
• Akademisi
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk memastikan Pemerintah Daerah mampu:
✔ Menyusun RKA-SKPD secara tepat dan berbasis kinerja
✔ Mengoptimalkan kualitas APBD Tahun 2027
✔ Meminimalisir kesalahan dan temuan audit
✔ Mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel
✔ Mendukung pembangunan daerah yang efektif dan berkelanjutan
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas aparatur serta kualitas pengelolaan keuangan daerah secara profesional dan berkelanjutan.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
📱 WhatsApp: 0813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
April 14, 2026 / Materi
Reviu Perencanaan Daerah | RKPD 2027 | RPJMD | APBD | Sinkronisasi Perencanaan | SIPD-RI | Kinerja Daerah | Penganggaran Berbasis Kinerja | Tata Kelola Pemerintahan
Dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang terarah, efektif, dan berorientasi hasil, pemerintah terus mendorong penguatan integrasi antara dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Sejalan dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri melalui Permendagri Nomor 3 Tahun 2026 tentang Reviu Perencanaan dan Penganggaran Daerah, pemerintah daerah diwajibkan melakukan reviu secara menyeluruh terhadap RPJMD, RKPD, dan APBD guna memastikan konsistensi, sinkronisasi, serta keselarasan dengan kebijakan nasional.
Reviu ini menjadi sangat penting dalam menjamin bahwa:
✔ Perencanaan daerah selaras dengan RKP Nasional
✔ Program dan kegiatan berbasis kinerja (performance based)
✔ Indikator kinerja terukur dan realistis
✔ Penganggaran daerah efektif, efisien, dan akuntabel
✔ Tidak terjadi ketidaksesuaian antara perencanaan dan penganggaran
Tahun 2026–2027 menjadi fase krusial dalam siklus perencanaan daerah, dimana penyusunan RKPD Tahun 2027 harus mampu mengakomodasi prioritas pembangunan nasional sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Namun demikian, dalam implementasinya masih banyak perangkat daerah menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
✔ Sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan APBD belum optimal
✔ Program dan kegiatan belum sepenuhnya berbasis kinerja
✔ Indikator kinerja belum terukur secara tepat
✔ Tingginya revisi dalam proses penganggaran
✔ Keterbatasan pemahaman terhadap regulasi terbaru
Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas dokumen perencanaan, memperlambat pelaksanaan program, serta berdampak pada rendahnya capaian kinerja pembangunan daerah.
Oleh karena itu, diperlukan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang komprehensif, aplikatif, dan berbasis regulasi terbaru guna meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam melakukan reviu perencanaan dan penganggaran secara tepat dan terintegrasi.
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek ini mengacu pada regulasi terbaru:
• UUD 1945
• UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
• Kementerian Dalam Negeri — Permendagri Nomor 86 Tahun 2017
• Kementerian Dalam Negeri — Permendagri Nomor 3 Tahun 2026
• Peraturan terkait lainnya
🔥 URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting karena:
⚠ Banyak OPD belum memahami mekanisme reviu dokumen secara menyeluruh
⚠ Perubahan regulasi terbaru menuntut penyesuaian sistem perencanaan
⚠ Ketidaksinkronan perencanaan–penganggaran masih sering terjadi
⚠ Tingginya koreksi dalam pembahasan APBD
⚠ Reviu menjadi bagian penting dalam pengawasan (APIP & BPK)
Dengan mengikuti bimtek ini, peserta akan memperoleh:
✔ Pemahaman Permendagri 3 Tahun 2026 secara komprehensif
✔ Kemampuan melakukan reviu RPJMD, RKPD, dan APBD
✔ Template reviu dokumen perencanaan
✔ Strategi sinkronisasi perencanaan dan penganggaran
✔ Peningkatan kualitas dokumen daerah
🎯 TUJUAN BIMTEK
Meningkatkan pemahaman ASN terkait kebijakan reviu perencanaan daerah
Meningkatkan kemampuan teknis dalam reviu RPJMD, RKPD, dan APBD
Meminimalisir ketidaksesuaian perencanaan dan penganggaran
Menyelaraskan kebijakan daerah dengan kebijakan nasional
Meningkatkan kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan daerah
📘 MATERI BIMTEK (STRUKTUR PROFESIONAL)
Modul 1 — Kebijakan Nasional Perencanaan Daerah
• Arah kebijakan pembangunan nasional 2027
• Hubungan RKP, RPJMD, dan RKPD
• Reformasi perencanaan daerah
Output: Pemahaman kebijakan perencanaan nasional
Modul 2 — Regulasi Reviu Perencanaan
• Permendagri 3 Tahun 2026
• Permendagri 86 Tahun 2017
• Kebijakan terbaru perencanaan & penganggaran
Output: Pemahaman regulasi reviu
Modul 3 — Reviu RPJMD
• Struktur RPJMD
• Konsistensi visi–misi kepala daerah
• Evaluasi indikator kinerja
Output: Kemampuan reviu RPJMD
Modul 4 — Reviu RKPD
• Penyusunan RKPD 2027
• Sinkronisasi RKPD dengan RPJMD
• Penetapan prioritas program
Output: Kemampuan reviu RKPD
Modul 5 — Reviu APBD
• Keterkaitan RKPD dan APBD
• Struktur belanja daerah
• Evaluasi kewajaran anggaran
Output: Pemahaman reviu APBD
Modul 6 — Sinkronisasi Perencanaan & Penganggaran
• Integrasi RPJMD – RKPD – APBD
• Konsistensi program & kegiatan
• Strategi mengurangi revisi anggaran
Output: Sinkronisasi dokumen daerah
Modul 7 — Perencanaan Berbasis Kinerja
• Performance based budgeting
• Penyusunan indikator output & outcome
• Target kinerja SMART
Output: Perencanaan berbasis kinerja
Modul 8 — Studi Kasus & Permasalahan
• Kasus nyata di daerah
• Kesalahan umum perencanaan
Output: Solusi implementatif
Modul 9 — Workshop Praktik
• Simulasi reviu RKPD
• Penyusunan indikator kinerja
• Review dokumen peserta
Output: Hasil praktik siap diterapkan
📅 AGENDA BIMTEK (2 HARI EFEKTIF)
HARI PERTAMA
08.00 – 09.00 Registrasi & Coffee Break
09.00 – 09.30 Pembukaan
09.30 – 10.30 Kebijakan Nasional
10.30 – 12.00 Modul 1 & 2
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.30 Modul 3 (RPJMD)
14.30 – 16.00 Modul 4 (RKPD)
16.00 – 16.30 Diskusi
HARI KEDUA
08.30 – 10.00 Modul 5 (APBD)
10.00 – 11.30 Modul 6 (Sinkronisasi)
11.30 – 12.30 ISHOMA
12.30 – 14.30 Modul 7 & 8
14.30 – 16.00 Workshop Praktik
16.00 – 16.30 Penutupan
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
🎁 FASILITAS PESERTA
✔ Penginapan hotel 4 hari 3 malam
✔ Sertifikat resmi
✔ Modul pelatihan premium
✔ Template reviu dokumen
✔ Tas & seminar kit
✔ Konsumsi & coffee break
👥 TARGET PESERTA
• Bappeda / Bapperida
• BPKAD
• Inspektorat
• Seluruh OPD
• Pejabat Perencana
• Tim penyusun RPJMD, RKPD, APBD
🎤 NARASUMBER
• Kementerian Dalam Negeri
• Bappenas
• Akademisi & praktisi perencanaan daerah
• Auditor BPK / APIP
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk memastikan Pemerintah Daerah mampu:
✔ Melakukan reviu perencanaan dan penganggaran secara tepat
✔ Mewujudkan sinkronisasi dokumen pembangunan daerah
✔ Meningkatkan kualitas kinerja pembangunan
✔ Menghindari koreksi dan temuan audit
LINKPEMDA siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan tata kelola perencanaan dan keuangan daerah.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
WhatsApp: 0813-8766-6605
Website: www.linkpemda.com
Email: info@linkpemda.com
 kompres.png)
April 12, 2026 / Materi
LKPJ | LPPD | Evaluasi Kinerja Daerah | Indikator Kinerja Kunci (IKK) 2026 | Pelaporan Kinerja | Tata Kelola Pemerintahan | Akuntabilitas Daerah
Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah tahun 2026 menuntut pemerintah daerah untuk mampu menyusun LKPJ Kepala Daerah dan LPPD secara akurat, komprehensif, terukur, dan sesuai regulasi terbaru. Dokumen LKPJ dan LPPD tidak lagi sebatas laporan administratif, namun menjadi instrumen strategis evaluasi kinerja pembangunan daerah oleh pemerintah pusat.
Tahun 2026, pemerintah daerah wajib melakukan penyesuaian terhadap Indikator Kinerja Kunci (IKK) terbaru, yang memerlukan peningkatan kapasitas aparatur dalam:
✔ Penyusunan data kinerja
✔ Analisis capaian program
✔ Verifikasi & validasi data
✔ Integrasi indikator dengan kebijakan nasional
Kondisi ini menjadi tantangan bagi sebagian besar perangkat daerah, terutama dalam penyesuaian metodologi penyusunan LKPJ dan LPPD serta pemutakhiran IKK berdasarkan pedoman terbaru Kemendagri.
Oleh karena itu, diperlukan Bimbingan Teknis komprehensif agar aparatur daerah mampu menyusun LKPJ–LPPD secara benar, sistematis, dan sesuai standar evaluasi nasional 2026.
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek ini mengacu pada regulasi nasional terbaru:
• UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP 13/2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LEPPD)
• Permendagri 18/2020 tentang Pelaksanaan PP 13/2019
• Permendagri 10/2023 tentang Pedoman Penyusunan LKPJ
• Permendagri 134/2023 tentang Penyusunan LPPD
• Kebijakan IKK 2026 terbaru Kemendagri
🔥 URGENSI PELAKSANAAN
Bimtek ini penting karena:
⚠ Banyak daerah belum memahami metode penyusunan LKPJ & LPPD terbaru
⚠ Perubahan IKK 2026 memerlukan penyesuaian indikator & metode pengumpulan data
⚠ Kualitas pelaporan kinerja menjadi dasar pembinaan pusat
⚠ Kesalahan penyusunan → nilai evaluasi rendah & rekomendasi perbaikan berulang
⚠ Perlu keselarasan antara perencanaan, pelaporan kinerja, dan kebijakan pusat
Dengan bimtek ini, Pemda akan memperoleh:
✔ Pemahaman teknis regulasi terbaru
✔ Kemampuan menyusun LKPJ+LPPD yang baik & siap evaluasi
✔ Template siap pakai
✔ Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan
🎯 TUJUAN BIMTEK
Meningkatkan pemahaman aparatur tentang penyusunan LKPJ & LPPD berbasis regulasi terbaru
Meningkatkan akurasi pelaporan capaian kinerja daerah
Menyesuaikan indikator dengan IKK Tahun 2026
Memperkuat akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan
Menyamakan persepsi antar-OPD dalam penyusunan data dan laporan
📘 MATERI BIMTEK (KOMPRESI & STRUKTUR PROFESIONAL)
Modul 1 — Kebijakan Terbaru Penyusunan LKPJ & LPPD
• Kerangka regulasi
• Standar penyusunan dan mekanisme pelaporan
• Kriteria evaluasi pusat
Output: Pemahaman dasar penyusunan LKPJ & LPPD 2026
Modul 2 — Penyesuaian Indikator Kinerja Kunci (IKK) 2026
• Struktur IKK terbaru
• Metode penetapan indikator
• Mekanisme perhitungan capaian
Output: Template IKK berdasarkan pedoman 2026
Modul 3 — Teknik Penyusunan LKPJ
• Pengumpulan data kinerja
• Penyusunan bab per bab
• Analisis capaian program–kegiatan
Output: Draft LKPJ siap evaluasi
Modul 4 — Teknik Penyusunan LPPD
• Pengisian seluruh komponen LPPD
• Verifikasi & validasi data
• Penilaian indikator & capaian kinerja
Output: Draft LPPD siap unggah & siap evaluasi pusat
Modul 5 — Studi Kasus & Penyelarasan Data LKPJ–LPPD
• Analisis contoh laporan yang baik
• Identifikasi kesalahan umum daerah
Output: Template laporan final terstandardisasi
Modul 6 — Workshop Praktik Penyusunan
• Praktik langsung penyusunan LKPJ
• Penyusunan LPPD berdasarkan template
• Review & evaluasi hasil peserta
Output: Dokumen final siap digunakan
📅 AGENDA BIMTEK (2 HARI EFEKTIF)
HARI PERTAMA
08.00 – 09.00 — Registrasi Peserta & Coffee Break
09.00 – 09.30 — Pembukaan Acara
09.30 – 10.30 — Pengarahan Kemendagri
10.30 – 12.00 — Modul 1: Kebijakan LKPJ–LPPD Terbaru
12.00 – 13.00 — ISHOMA
13.00 – 14.30 — Modul 2: Penyesuaian IKK Tahun 2026
14.30 – 16.00 — Diskusi Interaktif & Tanya Jawab
16.00 – 16.30 — Penutupan Hari Pertama
HARI KEDUA
08.30 – 10.00 — Modul 3: Teknik Penyusunan LKPJ
10.00 – 11.30 — Modul 4: Teknik Penyusunan LPPD
11.30 – 12.30 — Studi Kasus Penyusunan LKPJ–LPPD
12.30 – 13.30 — ISHOMA
13.30 – 15.00 — Modul 5: Workshop Penyusunan Dokumen
15.00 – 16.30 — Evaluasi & Umpan Balik
16.30 – 17.00 — Penutupan
💰 BIAYA KEGIATAN
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
🎁 FASILITAS PESERTA
✔ Penginapan hotel 4 hari 3 malam
✔ Sertifikat
✔ Modul pelatihan premium
✔ Tas & seminar kit
✔ Materi/makalah
✔ Konsumsi & coffee break
💳 PEMBAYARAN
1. On the spot saat registrasi, atau
2. Transfer ke:
Bank BRI — 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
👥 TARGET PESERTA
• Bappeda
• BPKAD
• Setda & TAPD
• Seluruh OPD teknis
• Pengelola data kinerja
• Analis perencanaan & pelaporan
🎤 NARASUMBER
• Kemendagri (Ditjen Bina Keuda & Evaluasi Kinerja Daerah)
• Bappenas
• Akademisi & praktisi kinerja daerah
• Auditor APIP/BPK
• Konsultan tata kelola pemerintahan
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk memastikan Pemerintah Daerah mampu:
✔ Menyusun LKPJ & LPPD secara profesional
✔ Menyesuaikan IKK sesuai kebijakan 2026
✔ Meningkatkan kualitas pelaporan kinerja daerah
✔ Memperkuat tata kelola & akuntabilitas publik
LINKPEMDA siap mendampingi daerah dalam peningkatan kualitas pelaporan dan evaluasi kinerja pemerintahan daerah.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
WhatsApp: 0813-8766-6605
Website: www.linkpemda.com
Email: info@linkpemda.com
April 10, 2026 / Materi
Standar Belanja | ASB Fisik & Non-Fisik | Model ASB | Penyusunan ASB | RKA-SKPD | SIPD-RI | Efisiensi & Rasionalisasi Belanja
Penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) menjadi salah satu instrumen paling strategis dalam mewujudkan efisiensi, efektivitas, kualitas belanja, dan rasionalitas anggaran pada Pemerintah Daerah. Tahun 2026, seluruh pemerintah daerah dituntut menerapkan ASB sebagai dasar penyusunan anggaran berbasis kinerja serta integrasi penuh dalam penyusunan RKA-SKPD pada SIPD-RI.
Transformasi perencanaan dan penganggaran nasional menekankan pentingnya:
✔ Penyusunan ASB berbasis kebutuhan riil dan standar kewajaran biaya
✔ ASB untuk kegiatan fisik dan non-fisik secara terstruktur dan terukur
✔ Penggunaan model ASB sesuai karakteristik OPD / subkegiatan
✔ Integrasi ASB dalam penyusunan RKA-SKPD melalui SIPD-RI
✔ Penguatan analisis belanja untuk meningkatkan kualitas APBD
Namun dalam praktiknya, banyak pemerintah daerah menghadapi kendala:
⚠ Tidak memiliki model ASB yang sesuai karakteristik program
⚠ ASB belum menjadi dasar dalam penyusunan RKA-SKPD
⚠ Ketidaksesuaian rincian anggaran dengan standar kegiatan
⚠ Kegiatan menjadi tidak efisien → pemborosan belanja
⚠ Penginputan di SIPD-RI tidak sinkron dengan analisis perencanaan
⚠ Kualitas APBD rendah (indikator kinerja, output, dan efisiensi)
Untuk itu, Bimtek ini disusun secara komprehensif, aplikatif, dan berbasis praktik guna memastikan peserta mampu menyusun ASB yang benar, terukur, dan siap diterapkan dalam RKA-SKPD 2026 melalui SIPD-RI.
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek mengacu pada peraturan nasional:
• UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri 70/2019 tentang SIPD
• Permendagri 77/2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri RKPD dan Renja Tahun 2026
• Pedoman Penganggaran dan RKA-SKPD pada SIPD-RI
• Standar Biaya & Standar Belanja Nasional/Daerah
• Ketentuan teknis perencanaan–penganggaran terbaru Tahun 2026
🎯 TUJUAN BIMTEK
1. Memahami konsep dan regulasi ASB
• Fungsi, manfaat, dan penerapan ASB
• Perbedaan antara ASB, SBU, SBK, dan HSPK
• Keterkaitan ASB dengan kinerja & efisiensi anggaran
2. Mampu menyusun ASB Fisik dan Non-Fisik secara benar
• Analisis kebutuhan
• Penyusunan formula & komponen biaya
• Penyusunan variabel dan satuan kerja
• Identifikasi output–outcome
3. Mengembangkan model-model ASB sesuai karakteristik OPD
• Model ASB berbasis volume
• Model ASB berbasis kompleksitas
• Model ASB berbasis standar waktu
• Model ASB untuk layanan dasar & layanan pendukung
4. Integrasi ASB dalam penyusunan RKA-SKPD pada SIPD-RI
• Penyusunan kegiatan sesuai standar belanja
• Rincian belanja berbasis analisis
• Konsistensi perencanaan–penganggaran–SIPD
5. Menghasilkan dokumen ASB & RKA yang siap audit dan valid
Output peserta:
📄 Dokumen ASB Fisik & Non-Fisik
📄 Model ASB OPD
📄 Matriks perhitungan & formula
📄 Draft RKA-SKPD sesuai ASB
📄 Integrasi ke SIPD-RI
📄 Standar pelaporan & dokumentasi
🔥 URGENSI KEGIATAN
Bimtek ini sangat penting karena:
⚠ Banyak daerah belum memiliki ASB yang lengkap
⚠ RKA-SKPD sering tidak efisien → revisi berulang
⚠ Standar belanja tidak sesuai → temuan BPK
⚠ Integrasi ASB–SIPD sering gagal → anggaran tidak rasional
⚠ Kualitas APBD dinilai dari efisiensi & kewajaran belanja
Dengan Bimtek ini, Pemda dapat:
✔ Meningkatkan efisiensi belanja
✔ Mengurangi pemborosan APBD
✔ Memperbaiki kualitas RKA-SKPD
✔ Meningkatkan skor evaluasi APBD
✔ Menurunkan risiko temuan audit
📘 AGENDA & MATERI BIMTEK (2 HARI PENUH)
📌 HARI PERTAMA
📘 Modul 1 — Kebijakan & Konsep Dasar ASB
• Fungsi ASB dalam perencanaan–penganggaran
• Regulasi dan standar belanja
• Jenis ASB (fisik & non-fisik)
Output: Pemahaman dasar ASB 2026
📘 Modul 2 — Penyusunan ASB Fisik & Non-Fisik
✔ Identifikasi kebutuhan
✔ Penyusunan formula biaya
✔ Penentuan variabel kerja
✔ Penyusunan komponen belanja
✔ Penghitungan total standar biaya
Output: Draft ASB lengkap
📘 Modul 3 — Model-model ASB sesuai karakteristik OPD
• Model volume
• Model kompleksitas
• Model waktu
• Model layanan dasar
Output: Template model ASB OPD
📌 HARI KEDUA
📘 Modul 4 — Integrasi ASB ke RKA-SKPD pada SIPD-RI
• Penggunaan ASB dalam penyusunan rincian belanja
• Penyesuaian dengan nomenklatur SIPD
• Simulasi penyusunan RKA-SKPD
Output: Draft RKA sesuai ASB
📘 Modul 5 — Validasi, Pengendalian, dan Review ASB
• Pemeriksaan kewajaran belanja
• Cross-check dengan SBU/HSPK
• Penyesuaian pagu & kebijakan
Output: Dokumen ASB siap ditetapkan
📘 Modul 6 — Implementasi, Monitoring & Audit ASB
• Penerapan ASB dalam siklus APBD
• Pengendalian pelaksanaan
• Dokumentasi pendukung audit
Output: Dokumen ASB & RKA siap audit
👥 TARGET PESERTA
• Bappeda
• BPKAD
• Seluruh OPD teknis
• Pengelola SIPD-RI
• Pejabat Perencana
• PPK/PPTK
• Analis anggaran
• Sekretariat Daerah & TAPD
🎤 NARASUMBER
• Kemendagri (Direktorat Bina Keuda & SIPD-RI)
• Bappenas
• Praktisi ASB Nasional
• Auditor BPK/APIP
• Konsultan Perencanaan & Penganggaran
📅 JADWAL
Metode: Tatap muka / In-House / Kelas Online
Durasi: 2 hari penuh
Lokasi: Jakarta / Bandung / Surabaya / Bali / Makassar / sesuai permintaan
💰 PAKET BIAYA
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000
Termasuk:
✔ Sertifikat
✔ Modul premium
✔ Template ASB
✔ Template RKA
✔ Konsumsi
✔ Narasumber nasional
🏁 PENUTUP
Bimtek ini dirancang untuk memastikan Pemda mampu:
✔ Menyusun ASB secara profesional
✔ Menghasilkan RKA-SKPD yang rasional & efisien
✔ Meningkatkan kualitas APBD
✔ Meminimalkan temuan audit
✔ Memperkuat perencanaan–penganggaran berbasis kinerja
LINKPEMDA siap mendampingi daerah membangun sistem ASB yang kuat, terukur, dan berdampak.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
WhatsApp: 0813-8766-6605
Website: www.linkpemda.com
Email: info@linkpemda.com
April 08, 2026 / Materi
Sinkronisasi TKD | Penyusunan Usulan DAK | Optimalisasi DTU | Strategi Pemenuhan DID | SIPD-PD | Kinerja Daerah | Efisiensi Belanja Daerah
Transformasi kebijakan fiskal tahun 2026 menuntut Pemerintah Daerah memiliki kompetensi teknis dan strategis dalam memaksimalkan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang meliputi:
DTU (DAU + DBH)
DAK Fisik & Non Fisik
DID (Dana Insentif Daerah)
Perubahan regulasi pusat di 2026 menekankan pentingnya:
✔ Perencanaan TKD berbasis kinerja
✔ Penyusunan usulan DAK berbasis data dukung lengkap
✔ Optimalisasi pemanfaatan DAU & DBH untuk layanan publik
✔ Pemenuhan indikator DID yang semakin ketat
✔ Integrasi penuh perencanaan–penganggaran melalui SIPD-PD
✔ Pelaporan TKD berbasis outcome, bukan sekadar serapan
Namun dalam praktik di daerah masih banyak ditemukan kendala:
⚠ Usulan DAK gagal verifikasi karena data kurang
⚠ Penyerapan DAK lambat → risiko perdaerahan
⚠ Pemanfaatan DTU tidak berbasis prioritas
⚠ Tidak terpenuhinya indikator DID → kehilangan insentif miliaran
⚠ Perencanaan di SIPD-PD tidak sinkron dengan RKP
⚠ Laporan TKD tidak memenuhi standar pusat
Untuk itu, Bimtek ini disusun secara komprehensif, aplikatif, dan 100% berbasis praktik, agar peserta mampu menyusun perencanaan, usulan, pelaksanaan, dan pelaporan TKD sesuai standar nasional dan siap audit.
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek mengacu pada kebijakan nasional terbaru:
• UU 1/2022 Hubungan Keuangan Pusat–Daerah
• PP tentang Rincian TKD
• Permenkeu TKD Tahun Anggaran 2026
• Juknis DAK Fisik & Non Fisik
• Permendagri Pengelolaan Keuangan Daerah
• Peraturan Menteri terkait sektor DAK
• Pedoman Penyusunan RKPD, Renja, SIPD-PD Tahun 2026
• Peraturan DID 2026 (Kriteria Kinerja & Penilaian)
🎯 TUJUAN BIMTEK
1. Meningkatkan Kompetensi Penyusunan Usulan DAK 2026
Termasuk:
• Analisis kebutuhan (gap analysis)
• Penyusunan RAB
• Peta geotagging
• Data baseline
• Output–Outcome
• Readiness Criteria
2. Optimalisasi DTU (DAU & DBH) berbasis Prioritas & Kinerja
• Mandatory Spending
• Belanja produktif
• Penguatan layanan dasar
• Penganggaran berbasis risiko
• Analisis belanja berkualitas
3. Pemenuhan Indikator & Kriteria DID 2026
Agar daerah dapat memperoleh insentif:
• Kinerja pengelolaan keuangan
• SPBE
• SAKIP/LPPD
• Inovasi daerah
• Pelayanan publik
4. Sinkronisasi Perencanaan → Penganggaran → TKD melalui SIPD-PD
• Program–kegiatan sesuai nomenklatur
• Rincian dan lokasi terverifikasi
• Integrasi dengan RKP & RPJMN
5. Menghasilkan Dokumen TKD yang Siap Audit
Output peserta:
📄 Usulan DAK 2026 lengkap
📄 Dokumen analisis kebutuhan
📄 Draft strategi DID
📄 Rencana penggunaan DTU 2026
📄 Matriks sinkronisasi SIPD-PD
📄 Pelaporan TKD siap auditor
🔥 URGENSI KEGIATAN
Bimtek ini menjadi prioritas karena:
⚠ Banyak daerah kehilangan kesempatan DAK (ratusan miliar)
⚠ DID semakin ketat → hanya yang memenuhi kinerja tinggi
⚠ Tingginya temuan audit pada DAK Fisik & Non Fisik
⚠ Perencanaan tidak sesuai SIPD-PD → revisi/penolakan
⚠ Pemanfaatan DTU belum optimal → pemborosan anggaran
Bimtek ini membantu Pemda menghindari kerugian fiskal dan meningkatkan pendapatan daerah melalui TKD yang optimal.
📘 AGENDA & MATERI BIMTEK (2 HARI PENUH)
Format, struktur, dan kedalaman materi sama dengan contoh PBJ — tetapi khusus TKD 2026.
📌 HARI PERTAMA
📘 Modul 1 — Kebijakan Nasional Dana Transfer ke Daerah 2026
Materi:
• Arah kebijakan TKD 2026
• Prioritas pembangunan nasional
• Integrasi TKD dengan RPJMN, RKP 2026
• Reformasi formula DAU, DBH, DAK
• Kebijakan DID tahun 2026
Output: Pemahaman kebijakan TKD secara menyeluruh.
📘 Modul 2 — Strategi Penyusunan Usulan DAK 2026 (Fisik & Nonfisik)
Materi:
✔ Gap Analysis
✔ Penetapan Output–Outcome
✔ Penyusunan RAB
✔ Readiness Criteria
✔ Peta lokasi & geotagging
✔ Upload usulan di sistem
Workshop menggunakan:
• Template usulan
• Contoh data baseline
• Simulasi pengisian
Output: Draft usulan DAK lengkap dan siap verifikasi.
📘 Modul 3 — Sinkronisasi DAK dengan Perencanaan Daerah (RKPD, Renja, SIPD-PD)
Fokus:
• Nomenklatur program–kegiatan
• Kesesuaian lokasi, pagu, rincian
• Integrasi data ke SIPD-PD
Output: Dokumen sinkronisasi TKD–RKPD–SIPD 2026.
📌 HARI KEDUA
📘 Modul 4 — Optimalisasi Penggunaan DTU (DAU & DBH) untuk Layanan Dasar
Materi:
• Mandatory spending
• Perhitungan DAU formulasi baru
• Belanja produktif vs belanja tidak prioritas
• Penganggaran berbasis risiko
• Perhitungan kebutuhan SDM & layanan dasar
Output: Matriks optimalisasi DTU 2026.
📘 Modul 5 — Strategi Pemenuhan Indikator Dana Insentif Daerah (DID) 2026
Peserta menghasilkan:
📄 Profil kinerja daerah
📄 GAP indikator DID 2026
📄 Rencana aksi pemenuhan indikator
📄 Fokus sektor prioritas: SPBE–SAKIP–LPPD–Inovasi
Pendampingan step-by-step langsung.
📘 Modul 6 — Pelaksanaan, Monitoring, dan Pelaporan TKD (DTU, DAK, DID)
Materi:
• Standar pelaporan nasional
• Realisasi fisik–keuangan
• Dokumentasi kegiatan
• Penyelesaian kendala realisasi
• Pelaporan berbasis outcome
• Format laporan sesuai pemeriksa
Output: Laporan TKD 2026 siap audit.
👥 TARGET PESERTA
• Bappeda
• BPKAD
• OPD Teknis pengelola DAK
• Inspektorat
• Pengelola SIPD-PD
• Pejabat perencana & PPTK
• Sekretariat daerah
• TAPD
🎤 NARASUMBER
• Kementerian Keuangan RI
• Kementerian Perencanaan/Bappenas
• Kemendagri
• Praktisi nasional pengelolaan TKD
• Auditor BPK/APIP
📅 JADWAL PELAKSANAAN
Durasi: 2 hari penuh (Full Workshop)
Metode: Tatap Muka / In-House / Online
Lokasi: Seluruh kota besar di Indonesia
💰 PAKET BIAYA
Paket A — Single Room — Rp 5.500.000 / peserta
Paket B — Twin Share — Rp 5.000.000 / peserta
Paket C — Non Akomodasi — Rp 4.000.000 / peserta
Termasuk:
✔ Sertifikat 32 JP
✔ Modul premium
✔ Template usulan DAK
✔ Template strategi DID
✔ Template optimalisasi DTU
✔ Konsumsi
✔ Narasumber nasional
🏁 PENUTUP
Bimtek ini memberikan manfaat nyata:
✔ Usulan DAK lebih mudah disetujui
✔ Pemda tidak kehilangan peluang miliaran rupiah
✔ Penyerapan TKD meningkat signifikan
✔ DID mudah tercapai
✔ Laporan TKD siap audit
✔ Perencanaan–penganggaran daerah semakin berkualitas
LINKPEMDA siap mendampingi daerah mewujudkan pengelolaan TKD yang profesional, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
WhatsApp: 0813-8766-6605
Website: www.linkpemda.com
Email: info@linkpemda.com
April 07, 2026 / Materi
Integrasi Belanja Wajib | SIPD-RI | Penganggaran Daerah | Kesenjangan Fiskal | Standar Pelayanan Minimal | Reformasi Tata Kelola
Penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 memasuki era baru melalui penerapan SIPD-RI yang semakin terintegrasi, bersifat mandatory, dan berbasis data sektoral. Pemerintah daerah dituntut untuk memastikan:
✔ perencanaan
✔ penganggaran
✔ belanja wajib
✔ sinkronisasi indikator
✔ serta pemenuhan kebutuhan layanan publik
berjalan dalam satu kerangka integratif sesuai regulasi terbaru.
Pada praktiknya, masih banyak tantangan yang dihadapi daerah, seperti:
⚠ ketidakterpaduan antara Renja – SIPD – KUA-PPAS
⚠ kesalahan klasifikasi belanja wajib
⚠ lemahnya analisis standar pelayanan minimal (SPM)
⚠ dokumen KUA-PPAS tidak menggambarkan kebutuhan riil
⚠ ketidaksesuaian pagu indikatif dan struktur program
⚠ rendahnya kesiapan data sektoral untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bimbingan Teknis Implementasi Strategis SIPD-RI KUA-PPAS 2027 disusun komprehensif dan langsung aplikatif, sehingga perangkat daerah dapat menyusun dokumen penganggaran tahun 2027 dengan tepat, presisi, dan sesuai ketentuan nasional.
🧱 DASAR HUKUM
Bimtek ini mengacu pada regulasi terbaru, antara lain:
• UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah
• PP No. 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
• Permendagri tentang SIPD-RI (regulasi terbaru)
• Permendagri tentang Penyusunan APBD Tahun 2027
• Peraturan SPM Pendidikan & Kesehatan
• Perpres/Permen Analisis Standar Belanja
• Perpres Reformasi Birokrasi Tematik Layanan Publik
• Kebijakan nasional transformasi digital pemerintahan
🎯 TUJUAN BIMBINGAN TEKNIS
1. Meningkatkan kapasitas OPD dalam memahami mekanisme SIPD-RI
• Struktur data penganggaran
• Mekanisme sinkronisasi Renja – SIPD – KUA-PPAS
• Identifikasi isu fiskal daerah
2. Memperkuat kompetensi penyusunan KUA-PPAS 2027
• Penyusunan kebijakan umum anggaran
• Analisis ekonomi, kerangka pendapatan & belanja
• Penyusunan PPAS berdasarkan prioritas & mandatory spending
3. Mengintegrasikan Belanja Wajib Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur
• Perhitungan belanja mandatory sesuai regulasi
• Pendekatan kebutuhan layanan (need-based budgeting)
• Pemetaan gap layanan publik
4. Menjamin ketepatan penganggaran berbasis data
• Konsistensi program–kegiatan–subkegiatan
• Pemanfaatan data SPM dan capaian kinerja
• Optimalisasi SIPD-RI sebagai alat pengendali fiskal
5. Menghasilkan draft KUA-PPAS yang siap finalisasi
Peserta akan menyusun:
📄 Draft struktur KUA
📄 Penyusunan PPAS 2027
📄 Matriks mandatory spending
📄 Analisis kebutuhan layanan prioritas
🔥 URGENSI KEGIATAN
Kegiatan ini sangat penting mengingat:
⚠ Banyak daerah belum mampu memetakan belanja wajib sesuai aturan
⚠ Masih terjadi selisih data antara Renja–RKPD–SIPD–KUA-PPAS
⚠ Penyusunan KUA-PPAS masih normatif, tidak berbasis analisis
⚠ Penggunaan SIPD-RI belum optimal dalam menetapkan pagu
⚠ Pengalokasian anggaran belum menggambarkan kebutuhan layanan
⚠ Pemerintah pusat memperketat evaluasi APBD 2027
Dengan mengikuti bimtek ini, OPD akan memiliki standar terbaru penyusunan KUA-PPAS yang lebih kuat, presisi, dan sesuai sistem nasional.
📘 AGENDA & MATERI BIMTEK (2 HARI PENUH)
📌 Hari Pertama
📘 Modul 1 — Kebijakan Nasional Penganggaran 2027 & SIPD-RI
Materi inti:
• Arah kebijakan penganggaran nasional 2027
• Mandatory spending: 20% pendidikan, 10% kesehatan, 40% infrastruktur dasar
• Mekanisme penatausahaan SIPD-RI
• Sinkronisasi Renja → RKPD → KUA-PPAS
• Penerapan SPM sebagai basis belanja
Output:
Peserta memahami arsitektur kebijakan fiskal 2027.
📘 Modul 2 — Penyusunan KUA 2027 Berbasis Data
Materi:
• Struktur KUA terbaru
• Analisis kondisi ekonomi daerah
• Proyeksi pendapatan & belanja
• Analisis fiskal & ruang fiskal
• Standar biaya & standar satuan harga
Output:
Draft KUA 2027 yang sistematis & evidence-based.
📘 Modul 3 — Integrasi Renja–SIPD-RI dalam Penetapan Pagu
Fokus materi:
✔ Alur penetapan pagu indikatif
✔ Pemaketan program & kegiatan prioritas
✔ Penyelesaian konflik data antar OPD
✔ Penetapan kebutuhan belanja berdasarkan indikator SPM
✔ Validasi data Renja → SIPD → KUA-PPAS
Output:
Pagu indikatif sesuai SIPD-RI tanpa selisih data.
📌 Hari Kedua
📘 Modul 4 — Penyusunan PPAS 2027 & Integrasi Belanja Wajib
Materi teknis premium:
• Penyusunan prioritas anggaran
• Perhitungan belanja wajib:
– Pendidikan (20%)
– Kesehatan (10%)
– Infrastruktur dasar
• Matriks kesenjangan kebutuhan layanan
• Konversi kebutuhan layanan → struktur PPAS
Output:
Matriks belanja wajib siap lampiran PPAS 2027.
📘 Modul 5 — Workshop Penyusunan Dokumen KUA-PPAS
Setiap peserta menghasilkan:
📄 Draft KUA 2027 lengkap
📄 Draft PPAS 2027
📄 Matriks belanja wajib terintegrasi
📄 Matriks sinkronisasi Renja–SIPD–KUA-PPAS
Pendampingan langkah demi langkah oleh fasilitator nasional.
📘 Modul 6 — Pengendalian Kualitas & Finalisasi
Fokus:
• Validasi konsistensi data
• Cek logika struktural & fiskal
• Eliminasi risiko selisih angka
• Verifikasi berbasis SIPD-RI
• Persiapan pembahasan TAPD & Banggar
Output:
Dokumen siap finalisasi dan siap dibahas.
👥 TARGET PESERTA
• TAPD
• BAPPEDA
• BPKAD
• Dinas Pendidikan
• Dinas Kesehatan
• Dinas PUPR / Infrastruktur
• Penyusun Renja–RKPD
• Operator SIPD-RI
• Penyusun KUA-PPAS
• Pejabat perencana dan teknis penganggaran
🎤 NARASUMBER
• Kementerian Dalam Negeri – SIPD-RI
• Kementerian Keuangan – Kebijakan Fiskal
• BAPPENAS – Perencanaan & SPM
• KemenPANRB – Integrasi kinerja
• Praktisi & Konsultan Penganggaran Nasional
📅 JADWAL PELAKSANAAN
Durasi: 2 hari penuh
Metode Pelaksanaan:
✓ Tatap Muka
✓ In-House Training
✓ Daring / Online
Lokasi: seluruh kota besar Indonesia.
💰 PAKET BIAYA KEGIATAN
Paket A – Single Room
Rp 5.500.000 / peserta
Paket B – Twin Share
Rp 5.000.000 / peserta
Paket C – Non Akomodasi
Rp 4.000.000 / peserta
Sudah termasuk:
✔ Sertifikat
✔ Modul lengkap
✔ Template premium KUA-PPAS 2027
✔ Contoh dokumen belanja wajib
✔ Konsumsi & coffee break
✔ Narasumber nasional
🏁 PENUTUP
Bimbingan Teknis ini disusun sebagai solusi strategis nasional untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran daerah tahun 2027 melalui:
✔ SIPD-RI yang terintegrasi
✔ Penguatan logika fiskal
✔ Belanja wajib berbasis kebutuhan
✔ Dokumen KUA-PPAS yang presisi dan dapat diuji
Dengan mengikuti pelatihan ini, perangkat daerah akan mampu menyusun dokumen penganggaran yang:
✨ profesional
✨ konsisten
✨ berbasis data
✨ memenuhi standar evaluasi pusat
✨ dan meningkatkan kinerja layanan publik daerah.
📞 INFORMASI & PENDAFTARAN
WhatsApp: +62 813-8766-6605
Website: www.linkpemda.com
Email: info@linkpemda.com
April 04, 2026 / Materi
(Perencanaan | Penganggaran | Realisasi | Pelaporan | Evaluasi SIPD-RI)
Dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, akuntabel, dan tepat waktu, percepatan penyerapan anggaran menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah pada Tahun Anggaran 2026. Tingkat penyerapan anggaran yang baik tidak hanya mencerminkan efektivitas pelaksanaan program, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas belanja daerah, pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan publik.
Pada tahun 2026, pemerintah semakin memperkuat implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah – Republik Indonesia (SIPD-RI) sebagai sistem terintegrasi yang digunakan dalam proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan, dan pelaporan keuangan daerah. SIPD-RI menjadi instrumen utama dalam memastikan konsistensi data, transparansi, dan percepatan pelaksanaan anggaran di seluruh pemerintah daerah.
Meskipun demikian, dalam praktiknya masih banyak pemerintah daerah menghadapi kendala baik pada aspek teknis SIPD-RI, regulasi, maupun kapasitas SDM. Permasalahan seperti lambatnya input data, revisi anggaran yang berulang, sinkronisasi modul yang tidak optimal, hingga rendahnya kualitas perencanaan menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar penyerapan anggaran dapat dipercepat.
Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memahami strategi percepatan anggaran, penggunaan SIPD-RI secara optimal, serta penyusunan laporan realisasi anggaran yang akurat dan sesuai regulasi.
Melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, diharapkan aparatur pemerintah daerah mampu meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran secara profesional, sistematis, dan sesuai ketentuan terbaru tahun 2026.
DASAR HUKUM
Dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini antara lain:
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
Permendagri terkait SIPD-RI (Perencanaan, Penganggaran, Penatausahaan, dan Pelaporan)
Kepmendagri terkait implementasi SIPD-RI Tahun 2026
Regulasi teknis BPK dan BPKP terkait pelaksanaan anggaran dan pelaporan
Kebijakan pemerintah mengenai percepatan realisasi anggaran tahun 2026
TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk:
Meningkatkan pemahaman aparatur mengenai strategi percepatan penyerapan anggaran
Meningkatkan kompetensi dalam mengoperasikan SIPD-RI pada seluruh modul
Mengurangi hambatan teknis dan administratif dalam pelaksanaan anggaran
Meningkatkan kemampuan analisis penyerapan anggaran per triwulan
Mengoptimalkan penggunaan dashboard SIPD-RI untuk monitoring realisasi
Mendorong keterpaduan proses perencanaan – penganggaran – pelaksanaan – pelaporan
URGENSI KEGIATAN
Kegiatan ini menjadi penting karena:
Penyerapan anggaran masih rendah pada beberapa pemerintah daerah
Banyak kendala teknis dalam penggunaan SIPD-RI yang menghambat realisasi
Adanya regulasi baru terkait tata kelola keuangan daerah tahun 2026
Tuntutan akuntabilitas dan ketepatan waktu pelaksanaan anggaran semakin tinggi
Perlunya penyelarasan data antara perencanaan, penganggaran, dan penatausahaan
Tingginya SILPA pada beberapa daerah akibat rendahnya kualitas perencanaan
Perlu percepatan pembangunan fisik dan non-fisik mulai awal tahun anggaran
AGENDA KEGIATAN & MATERI BAHASAN
Hari Pertama
Modul 1 – Strategi Percepatan Penyerapan Anggaran Tahun 2026
Materi yang akan dibahas:
• Permasalahan umum penyerapan anggaran di pemerintah daerah
• Analisis deviasi realisasi anggaran
• Strategi percepatan pelaksanaan kegiatan belanja operasi & modal
• Penguatan perencanaan: penyelarasan program – kegiatan – subkegiatan
• Penyusunan langkah-langkah percepatan penyerapan anggaran
• Penyempurnaan dokumen anggaran (RKA – DPA – Revisi Anggaran)
• Penguatan manajemen risiko penyerapan anggaran
• Studi kasus percepatan realisasi pada pemerintah daerah dengan serapan optimal
Hari Kedua
Modul 2 – Optimalisasi SIPD-RI (Perencanaan, Penganggaran, Penatausahaan, Pelaporan)
Materi teknis yang dibahas:
• Alur kerja SIPD-RI Tahun 2026 (end-to-end)
• Penanganan error dan kendala teknis pada modul Perencanaan
• Optimalisasi modul Penganggaran dan konsistensi kode rekening
• Mekanisme revisi anggaran di SIPD-RI
• Modul Penatausahaan: penyusunan SPD, SPM, SP2D
• Penyelesaian kendala realisasi belanja pada SIPD-RI
• Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada SIPD-RI
• Pemanfaatan dashboard SIPD-RI untuk monitoring serapan per OPD
• Best practice integrasi data SIPD-RI dan evaluasi kinerja keuangan daerah
TARGET / SASARAN PESERTA
• BPKAD
• Bappeda
• Inspektorat Daerah
• Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
• Pengelola keuangan daerah
• Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
• Bendahara Pengeluaran
• TAPD & Operator SIPD-RI
• ASN di seluruh unit kerja
NARASUMBER
• Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Direktorat Keuangan Daerah, SIPD-RI)
• Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
• Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
• Kementerian Keuangan RI
• Akademisi dan praktisi pengelolaan keuangan daerah
• Tenaga ahli SIPD-RI dan tata kelola keuangan daerah
JADWAL PELAKSANAAN
Durasi Kegiatan
2 (dua) hari
Metode Pelaksanaan
• Tatap Muka (Offline)
• In House Training
• Online / Daring
LOKASI PELAKSANAAN
Jakarta • Bandung • Semarang • Surabaya • Bali • Medan • Makassar • Lombok
Lokasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi.
PILIHAN PAKET KEGIATAN
• Paket Reguler Nasional
• In House Training
• Kelas Khusus SIPD-RI
• Pendampingan Revisi dan Konsistensi Anggaran
• Konsultasi Teknis SIPD-RI (All Module)
PENUTUP
Demikian penawaran kegiatan Bimbingan Teknis ini kami sampaikan. Besar harapan kami kegiatan ini dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam mempercepat penyerapan anggaran serta mengoptimalkan penggunaan SIPD-RI secara komprehensif.
Partisipasi aktif pemerintah daerah dalam kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang efektif, transparan, dan akuntabel.
INFORMASI DAN PENDAFTARAN
📞 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
March 26, 2026 / Materi