Beranda
Jadwal
Materi
Artikel
Profile
September 08, 2026 Artikel dan Berita Admin

Pelatihan Pendidikan Tahap I Khusus SLB, LINKPEMDA Perkuat Kompetensi Tenaga Kependidikan

Malang, 8 September 2026 — LEMBAGA INFORMASI KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH (LINKPEMDA) menyelenggarakan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) “Tahap I – Penguatan Dasar dan Pemahaman” di Gets Hotel Malang, Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang dilaksanakan pada 7–13 September 2026. Program tersebut difokuskan pada penguatan fondasi kompetensi melalui pemahaman konsep pendidikan khusus, identifikasi kebutuhan peserta didik, asesmen dasar, pengenalan PPI dan IBP, lingkungan belajar, serta persiapan penerapan hasil pembelajaran di satuan pendidikan.

Hari Pertama Berlangsung dengan Pembelajaran Interaktif

Pelaksanaan hari pertama berlangsung pada Selasa, 8 September 2026. Berdasarkan rundown kegiatan, rangkaian hari pertama diawali dengan absensi, pembukaan, dan foto bersama pada pukul 08.30–09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi pukul 09.00–12.00 WIB.

Setelah istirahat, makan, dan ibadah, kegiatan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00–16.30 WIB. Rangkaian pembelajaran hari pertama kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan penutup materi pembahasan pada pukul 16.30–17.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti proses pembelajaran secara aktif melalui penyampaian materi, interaksi dengan narasumber, serta kegiatan diskusi yang menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Diikuti 30 Peserta dari Enam Wilayah Papua Barat

Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari satuan pendidikan khusus di wilayah Papua Barat. Berdasarkan daftar peserta kegiatan, peserta berasal dari Manokwari, Manokwari Selatan (Mansel), Bintuni, Wondama, Fak-Fak, dan Kaimana.

Peserta terdiri atas:

  • 5 peserta dari Manokwari
  • 5 peserta dari Manokwari Selatan
  • 5 peserta dari Bintuni
  • 4 peserta dari Wondama
  • 6 peserta dari Fak-Fak
  • 5 peserta dari Kaimana

Keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program pengembangan kompetensi dalam bidang pendidikan khusus. Keragaman asal peserta juga memberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan memahami kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan kondisi satuan pendidikan masing-masing.

Rani Dewi Prawesti, S.Pd. sebagai Narasumber

Pada hari pertama, kegiatan menghadirkan Rani Dewi Prawesti, S.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama BBGTK Provinsi Jawa Timur, sebagai narasumber.

Penyampaian materi dilakukan melalui proses pembelajaran yang melibatkan peserta secara aktif. Peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembahasan, berdiskusi, serta menghubungkan materi dengan kebutuhan layanan pendidikan khusus di lingkungan satuan pendidikan.

Tiga Materi Utama Hari Pertama

Sesuai program pelatihan, terdapat tiga materi utama yang menjadi fokus pembelajaran pada hari pertama, yaitu:

1. Orientasi Pendidikan Khusus dan SLB

Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai pendidikan khusus dan Sekolah Luar Biasa sebagai landasan bagi peserta dalam memahami penyelenggaraan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

2. Karakteristik dan Keragaman Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik dan keragaman peserta didik berkebutuhan khusus. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemberian layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

3. Identifikasi Kebutuhan Individual

Materi berikutnya membahas identifikasi kebutuhan individual sebagai bagian dari proses memahami kebutuhan peserta didik. Pemahaman ini menjadi dasar dalam mendukung penyusunan layanan pendidikan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Ketiga materi tersebut tercantum sebagai materi pembelajaran Hari Ke-1 dalam program Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB.

Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Teori dan Praktik

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan teori dan praktik. Metode pembelajaran yang digunakan dalam program meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, presentasi, studi lapangan, sharing session, dan evaluasi.

Pendekatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga mendukung peserta dalam mempersiapkan penerapan hasil pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

Mendukung Layanan Pendidikan yang Aman, Ramah, Inklusif dan Adaptif

Program Pelatihan Pendidikan Khusus SLB Tahap I diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai karakteristik dan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, memperkuat kompetensi profesional, meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan manajemen sekolah.

Program ini juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Melalui rangkaian pembelajaran, peserta diharapkan dapat menghasilkan berbagai keluaran, antara lain pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, rancangan pembelajaran berdiferensiasi, modul ajar atau perangkat pembelajaran adaptif, instrumen asesmen sesuai karakteristik peserta didik, rencana implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta action plan penerapan hasil diklat di satuan pendidikan masing-masing.

Rangkaian Pelatihan Berlanjut

Hari pertama merupakan bagian awal dari rangkaian kegiatan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB yang berlangsung selama 7–13 September 2026.

Berdasarkan program pelatihan, materi berikutnya mencakup Asesmen Kebutuhan dan Asesmen Fungsional, Analisis Kekuatan, Kebutuhan dan Hambatan, Penyusunan Tujuan Pembelajaran Individual, PPI (Program Pembelajaran Individual), IBP (Individualized Behavior Plan), Lingkungan Belajar yang Aman dan Suportif, serta Dasar Intervensi dan Dukungan Individual. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan studi banding sebagai pembelajaran lapangan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Gets Hotel Malang, Jl. Brigjend Slamet Riadi No. 38, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119.

Komitmen LINKPEMDA dalam Pengembangan Kompetensi

Penyelenggaraan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB menjadi bagian dari upaya LINKPEMDA dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik serta tenaga kependidikan.

Melalui pelaksanaan pelatihan yang memadukan pembelajaran, diskusi, praktik, dan pengalaman lapangan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang relevan bagi peserta dalam mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan khusus di satuan pendidikan masing-masing.

Hari pertama menjadi tahap awal dalam membangun pemahaman peserta mengenai pendidikan khusus, karakteristik dan keragaman peserta didik berkebutuhan khusus, serta identifikasi kebutuhan individual sebagai dasar dalam mendukung layanan pendidikan yang lebih tepat, aman, ramah, inklusif, dan adaptif.

Dokumentasi Kegiatan

Foto 1 — Penyampaian Materi
Rani Dewi Prawesti, S.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama BBGTK Provinsi Jawa Timur, menyampaikan materi pada hari pertama Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Gets Hotel Malang.

Foto 2 — Suasana Pembelajaran
Peserta mengikuti proses pembelajaran Pelatihan Pendidikan Khusus SLB pada hari pertama kegiatan.

Foto 3 — Interaksi Narasumber dan Peserta
Narasumber berinteraksi dengan peserta dalam proses pembelajaran dan diskusi pada hari pertama pelatihan.

Foto 4 — Aktivitas Peserta
Peserta mengikuti aktivitas pembelajaran secara berkelompok dalam rangka memahami materi pendidikan khusus dan kebutuhan peserta didik.

Foto 5 — Suasana Pelatihan
Suasana pelaksanaan Pelatihan Pendidikan Khusus Tenaga Kependidikan SLB Tahap I – Penguatan Dasar dan Pemahaman di Gets Hotel Malang.

Share :

Tingkatkan Skill Anda Bersama LINKPEMDA