Model Integrasi Perencanaan, Penganggaran, Pengukuran, dan Pelaporan Kinerja Layanan Kesehatan Daerah
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar dan rujukan, memperkuat akuntabilitas kinerja sektor kesehatan, serta mendukung implementasi SAKIP pada unit layanan, pemerintah mendorong penerapan tata kelola kinerja berbasis SAKIP di Puskesmas dan RSUD.
Pembaruan tata kelola kinerja kesehatan 2026 merupakan respons terhadap:
perlunya integrasi perencanaan, penganggaran, dan pelaporan kinerja fasyankes,
tuntutan peningkatan mutu layanan kesehatan oleh masyarakat,
penguatan fungsi Dinas Kesehatan sebagai pembina dan pengendali kinerja,
kebutuhan standar indikator kesehatan yang lebih terukur dan berbasis outcome,
penataan ulang mekanisme cascading dari Pemda → Dinkes → Puskesmas/RSUD → Unit Layanan,
tuntutan peningkatan nilai SAKIP perangkat daerah sektor kesehatan.
Model SAKIP Kesehatan 2026 menjadi fondasi baru bagi pemerintah daerah dalam mengelola kinerja layanan kesehatan yang lebih terukur, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Panduan teknis ini disusun untuk memberikan langkah penerapan SAKIP pada Puskesmas/RSUD serta memastikan proses perencanaan, penganggaran, pengukuran, dan pelaporan kinerja berjalan sesuai pedoman nasional.
TUJUAN
Panduan teknis SAKIP Kesehatan 2026 bertujuan untuk:
Menjelaskan konsep tata kelola kinerja Puskesmas/RSUD berbasis SAKIP.
Menstandarkan penyusunan pohon kinerja sektor kesehatan.
Menyusun IKU, IKD, dan indikator unit layanan yang lebih terukur.
Menjelaskan integrasi perencanaan–penganggaran–pengukuran kinerja layanan.
Memperkuat pelaporan kinerja (LKjIP/LAKIP) pada fasyankes.
Menjadi acuan Bimtek dan e-learning SAKIP untuk Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan RSUD.
LANDASAN HUKUM
UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
Permenpan RB tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)
Permenkes tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan
Permenkes tentang Manajemen Puskesmas
Permenkes tentang Tata Kelola Rumah Sakit
Permendagri tentang SIPD-RI
SPIP – Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
POKOK PEMBARUAN SAKIP KESEHATAN 2026
1. Integrasi Perencanaan – Penganggaran – Kinerja
Program kesehatan harus mencerminkan isu strategis daerah.
Penganggaran berbasis target kinerja terukur (output–outcome).
Penataan Program/Kegiatan/Subkegiatan dalam SIPD-RI.
2. Standardisasi Indikator Kinerja Layanan Kesehatan
Indikator wajib meliputi:
Puskesmas
Cakupan layanan kesehatan ibu & anak
Persentase imunisasi dasar lengkap
Persentase balita gizi buruk yang ditangani
Angka kejadian DBD per wilayah kerja
Pelayanan PONED tepat waktu
Tingkat kepuasan masyarakat
RSUD
BOR (Bed Occupancy Rate)
ALOS (Average Length of Stay)
TOI (Turn Over Interval)
Emergency Response Time
Indeks Kepuasan Pasien
Indikator mutu pelayanan (IKP)
3. Cascading Kinerja Terstandar
Struktur cascading:
Pemda → Dinas Kesehatan → Puskesmas/RSUD → Instalasi → Ruang/Unit → Individu
Pembaruan ini menghilangkan kesenjangan antara perencanaan OPD dan pelaksanaan di fasyankes.
4. Pengukuran Kinerja Berbasis Evidence
Terdiri atas:
indikator output (layanan),
indikator outcome (perubahan kondisi kesehatan),
indikator mutu pelayanan,
indikator responsivitas masyarakat,
indikator keselamatan pasien (untuk RSUD).
Semua capaian wajib dibuktikan dengan data valid.
5. Digitalisasi Pelaporan Kinerja
Template LAKIP Puskesmas/RSUD versi 2026
Dashboard kinerja digital
Integrasi data dengan SIKDA, SIMPUS, SIMRS, dan SPIKP
DAMPAK PENERAPAN SAKIP 2026 TERHADAP PUSKESMAS/RSUD
1. Perencanaan Layanan
Program dan kegiatan menjadi fokus pada prioritas kesehatan daerah.
Target kinerja sesuai kebutuhan wilayah kerja.
2. Penganggaran
Belanja fasyankes berbasis capaian kinerja.
Efisiensi belanja non-prioritas.
3. Pengukuran & Analisis Kinerja
Lebih mudah mendeteksi deviasi pelayanan.
Penilaian mutu layanan menjadi lebih objektif.
4. Audit & Evaluasi
Fokus evaluasi:
keakuratan data indikator,
penyerapan anggaran terkait target kinerja,
konsistensi output–outcome,
bukti dukung pelayanan kesehatan.
5. SDM Kesehatan
Kompetensi wajib:
penyusunan indikator dan target,
analisis capaian kinerja,
penyusunan laporan kinerja,
penyajian bukti dukung digital.
LANGKAH IMPLEMENTASI SAKIP KESEHATAN DI PEMDA
1. Pembentukan Tim Kinerja Layanan Kesehatan
Terdiri dari:
Dinas Kesehatan
Kepala Puskesmas
Direktur RSUD
Tim Mutu & Akreditasi
Perencana/Programmer
Operator Sistem Informasi
2. Penyusunan SOP Kinerja
SOP yang harus diperbarui:
SOP penyusunan indikator & target,
SOP pengukuran kinerja,
SOP pengumpulan bukti dukung,
SOP pelaporan kinerja,
SOP evaluasi kinerja unit.
3. Penyusunan Pohon Kinerja & Indikator
Identifikasi isu strategis kesehatan
Penyusunan Program Logic Model (PLM)
Menyusun IKU → IKD → Indikator Unit
4. Pelatihan Teknis (Bimtek SAKIP Kesehatan)
Meliputi:
pemahaman regulasi SAKIP,
penyusunan indikator layanan,
teknik cascading Puskesmas/RSUD,
pengukuran capaian,
analisis deviasi,
penyusunan LAKIP kesehatan.
5. Pilot Project
Difokuskan pada:
2–3 Puskesmas per wilayah,
1 RSUD sebagai role model,
unit layanan prioritas seperti IGD, rawat inap, dan gizi.
6. Implementasi Penuh
Didukung oleh:
bimbingan teknis berkelanjutan,
audit internal Inspektorat,
evaluasi kinerja triwulanan,
dashboard kinerja.
RISIKO & STRATEGI MITIGASI
Risiko:
indikator tidak realistis/terukur,
data pelayanan tidak valid,
pelaporan tidak konsisten,
SDM tidak memahami SAKIP,
tidak ada integrasi data antar sistem (SIMRS/SIMPUS/SIKDA).
Mitigasi:
pelatihan berkala,
revisi SOP,
validasi data setiap bulan,
pembinaan oleh Dinas Kesehatan,
optimalisasi dashboard & integrasi sistem informasi.
KESIMPULAN
SAKIP Kesehatan 2026 merupakan kerangka tata kelola kinerja Puskesmas/RSUD yang wajib diterapkan untuk memastikan layanan kesehatan berjalan efektif, efisien, dan berorientasi hasil.
Implementasi model ini akan meningkatkan akuntabilitas, mutu pelayanan, serta kontribusi sektor kesehatan terhadap pencapaian kinerja pemerintah daerah.
📌 PENAWARAN BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) SAKIP KESEHATAN 2026
Tema
“Implementasi SAKIP 2026 pada Puskesmas & RSUD: Integrasi Perencanaan, Penganggaran, Pengukuran, dan Pelaporan Kinerja Layanan Kesehatan Daerah.”
Durasi
2 Hari Pelatihan Teknis
Materi Inti
Regulasi SAKIP sektor kesehatan
Penyusunan indikator Puskesmas & RSUD
Penyusunan pohon kinerja
Teknik cascading Puskesmas/RSUD
Pengukuran & analisis capaian
Penyusunan LAKIP Puskesmas & RSUD
Simulasi penyusunan indikator mutu layanan
Integrasi data SIKDA–SIMPUS–SIMRS
Output Peserta
Sertifikat
Modul SAKIP Kesehatan
Template indikator & pohon kinerja
Contoh laporan kinerja
Format SOP Kinerja
Pendampingan pascakegiatan
Paket Biaya
Paket A – Single Room
Rp 5.500.000/peserta
Paket B – Twin Share
Rp 5.000.000/peserta
Paket C – Non Akomodasi
Rp 4.000.000/peserta
Sasaran Peserta
Dinas Kesehatan
Kepala Puskesmas
Direktur RSUD
Pengelola Program
Tim Mutu & Akreditasi
Perencana/Programmer
Inspektorat Daerah
Lokasi Pelaksanaan
Jakarta • Bandung • Yogyakarta • Surabaya • Bali • Medan • Makassar • Lombok
(Dapat disesuaikan sesuai kebutuhan OPD)
PENDAFTARAN
📞 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com