Beranda
Jadwal
Materi
Artikel
Profile
...
Panduan Teknis

Panduan Teknis Nasional Penyelamatan SAKIP 2026

Dari Nilai CC/C Menuju B/A Secara Sistematis, Aman Evaluasi, dan Berkelanjutan

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan instrumen utama dalam menilai kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, serta capaian kinerja yang dihasilkan. Nilai SAKIP menjadi indikator penting efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus dasar evaluasi Reformasi Birokrasi.

Dalam praktiknya, masih banyak pemerintah daerah dan OPD yang mengalami stagnasi nilai SAKIP pada kategori CC atau C selama bertahun-tahun. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh indikator kinerja yang tidak berorientasi outcome, pohon kinerja yang tidak logis, lemahnya keterkaitan perencanaan dan anggaran, serta pelaporan kinerja yang bersifat administratif dan belum mencerminkan hasil nyata.

Oleh karena itu, diperlukan panduan teknis nasional yang tidak hanya menjelaskan konsep SAKIP, tetapi memberikan arah penyelamatan (rescue) secara sistematis, terukur, dan aman dalam proses evaluasi.


Tujuan Panduan Teknis

Panduan teknis ini disusun untuk:

  • Memberikan arah perbaikan SAKIP secara terstruktur dan berjenjang

  • Membantu OPD keluar dari stagnasi nilai CC/C menuju B/A

  • Menjadi acuan teknis perbaikan indikator, dokumen, dan pelaporan kinerja

  • Meningkatkan kesiapan OPD dalam menghadapi evaluasi SAKIP

  • Mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja yang berkelanjutan


Ruang Lingkup Panduan Teknis

Panduan Teknis Nasional Penyelamatan SAKIP 2026 meliputi:

  1. Identifikasi Akar Masalah SAKIP

    • Penyebab umum stagnasi nilai CC/C

    • Kesalahan desain indikator dan pohon kinerja

    • Ketidaksinkronan perencanaan, anggaran, dan kinerja

  2. Penataan Indikator Kinerja Berbasis Outcome

    • Prinsip penyusunan IKU yang tepat sasaran

    • Kesalahan indikator yang sering terjadi

    • Contoh perbaikan indikator kinerja OPD

  3. Penyusunan dan Perbaikan Pohon Kinerja

    • Logika hubungan tujuan–sasaran–program–kegiatan

    • Penyelarasan pohon kinerja lintas OPD

    • Kesalahan fatal dalam penyusunan pohon kinerja

  4. Integrasi Perencanaan, Penganggaran, dan Kinerja

    • Sinkronisasi RPJMD, RKPD, RKA, dan kinerja

    • Penguatan keterkaitan output, outcome, dan anggaran

    • Pengendalian program berbasis kinerja

  5. Penguatan Pelaporan dan Evaluasi Kinerja

    • Penyusunan LKjIP yang substantif dan evaluatif

    • Pemanfaatan data kinerja sebagai dasar pengambilan keputusan

    • Kesalahan umum pelaporan kinerja yang menurunkan nilai SAKIP

  6. Strategi Aman Menghadapi Evaluasi SAKIP

    • Kesiapan dokumen dan data pendukung

    • Pola penilaian dan fokus evaluator

    • Strategi perbaikan berkelanjutan pasca evaluasi


Prinsip Penyelamatan SAKIP

Panduan teknis ini disusun berdasarkan prinsip:

  • Sistematis: perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur

  • Aman Evaluasi: fokus pada substansi yang dinilai evaluator

  • Berbasis Masalah Nyata: bukan sekadar normatif

  • Berkelanjutan: mendorong perbaikan jangka panjang


Sasaran Pengguna Panduan

Panduan teknis ini ditujukan bagi:

  • Bappeda / Bapperida

  • Inspektorat Daerah

  • Kepala OPD dan Sekretaris OPD

  • Tim SAKIP dan Reformasi Birokrasi

  • Pejabat perencana dan pengendali program

  • ASN pengelola kinerja dan pelaporan


Manfaat Penerapan Panduan Teknis

Dengan menerapkan panduan ini, pemerintah daerah diharapkan:

  • Memiliki arah perbaikan SAKIP yang jelas dan terukur

  • Menghindari perbaikan semu yang tidak berdampak pada nilai

  • Meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja OPD

  • Mendorong peningkatan nilai SAKIP secara realistis

  • Mendukung percepatan Reformasi Birokrasi daerah


Catatan Strategis LINKPEMDA

Panduan ini menjadi fondasi utama bagi pengembangan:

  • Rescue Program SAKIP (Klinik & Pendampingan)

  • Bimtek Nasional & In-House OPD

  • Executive Class Kepala OPD

📌 Panduan teknis ini bukan sekadar bacaan, tetapi peta jalan penyelamatan SAKIP.

January 08, 2026 / Artikel Selengkapnya...
...
Pelatihan dan Pengembangan

Strategi Penyelamatan & Percepatan Peningkatan Nilai SAKIP Pemerintah Daerah

Rescue Program SAKIP: Dari CC ke B / A

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan instrumen utama dalam menilai efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, serta capaian kinerja yang dihasilkan. Nilai SAKIP menjadi indikator penting kualitas tata kelola pemerintahan dan dasar evaluasi Reformasi Birokrasi.

Namun dalam praktiknya, masih banyak pemerintah daerah dan OPD yang mengalami stagnasi nilai SAKIP, bahkan bertahun-tahun berada pada kategori CC atau C. Permasalahan umum yang sering terjadi meliputi indikator kinerja yang tidak tepat sasaran, lemahnya pohon kinerja, tidak sinkronnya perencanaan dan anggaran, hingga pelaporan kinerja yang bersifat administratif dan belum mencerminkan outcome nyata.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya kualitas akuntabilitas kinerja, lemahnya pengendalian program, serta sulitnya peningkatan nilai Reformasi Birokrasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan penyelamatan (rescue) yang bersifat strategis, terarah, dan berbasis permasalahan nyata yang dihadapi OPD.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, LINKPEMDA menyelenggarakan Rescue Program SAKIP: Dari CC ke B / A, sebuah bimbingan teknis intensif yang dirancang khusus untuk membantu pemerintah daerah dan OPD melakukan perbaikan mendasar dan terstruktur guna mendorong peningkatan nilai SAKIP secara signifikan.


Peran Strategis SAKIP dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Implementasi SAKIP yang efektif berfungsi sebagai:

  • Instrumen pengendalian kinerja OPD berbasis outcome

  • Alat integrasi perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program

  • Dasar evaluasi efektivitas dan efisiensi anggaran

  • Pendukung pengambilan keputusan pimpinan daerah

  • Penentu peningkatan nilai Reformasi Birokrasi

SAKIP yang kuat akan mendorong OPD bekerja lebih terarah, terukur, dan akuntabel.


Permasalahan Umum Implementasi SAKIP di Daerah

Beberapa permasalahan yang sering dihadapi pemerintah daerah antara lain:

  • Nilai SAKIP stagnan pada kategori CC atau C

  • Indikator kinerja tidak menggambarkan outcome

  • Pohon kinerja tidak logis dan tidak berjenjang

  • Kinerja tidak terhubung dengan anggaran

  • Laporan kinerja bersifat administratif

  • Rendahnya pemahaman teknis ASN terhadap SAKIP

Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini akan menghambat peningkatan kinerja OPD dan akuntabilitas pemerintah daerah.


Dampak terhadap Kinerja dan Reformasi Birokrasi

Implementasi SAKIP yang lemah dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:

  • Program OPD tidak berdampak nyata

  • Anggaran tidak efektif dan sulit dikendalikan

  • Evaluasi kinerja tidak akurat

  • Nilai Reformasi Birokrasi sulit meningkat

  • Meningkatnya risiko koreksi dan rekomendasi evaluasi

Oleh karena itu, Rescue Program SAKIP menjadi kebutuhan strategis pemerintah daerah.


Solusi Strategis: Rescue Program SAKIP LINKPEMDA

Sebagai bentuk dukungan peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah,
LINKPEMDA menyelenggarakan:

BIMBINGAN TEKNIS NASIONAL

RESCUE PROGRAM SAKIP: DARI CC KE B / A

Strategi Penyelamatan dan Percepatan Peningkatan Nilai SAKIP


Tujuan Kegiatan

Bimbingan teknis ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi akar permasalahan rendahnya nilai SAKIP

  • Memperbaiki indikator kinerja dan pohon kinerja OPD

  • Menguatkan keterkaitan perencanaan, anggaran, dan kinerja

  • Meningkatkan kualitas pelaporan dan evaluasi kinerja

  • Mendorong percepatan peningkatan nilai SAKIP dan Reformasi Birokrasi


Materi Bimtek

  • Kebijakan Nasional dan Arah Penguatan SAKIP

  • Analisis Penyebab Nilai SAKIP Stagnan (CC/C)

  • Penyusunan dan Perbaikan Indikator Kinerja Berbasis Outcome

  • Penyusunan Pohon Kinerja OPD yang Logis dan Terukur

  • Integrasi Perencanaan, Penganggaran, dan Kinerja

  • Strategi Penyusunan Laporan Kinerja Berkualitas

  • Kesalahan Umum Implementasi SAKIP di OPD

  • Studi Kasus dan Best Practice Daerah dengan Nilai SAKIP Tinggi


Sasaran Peserta

  • Bappeda / Bapperida

  • Inspektorat Daerah

  • Kepala OPD dan Sekretaris OPD

  • Tim SAKIP dan Reformasi Birokrasi

  • Pejabat Perencana dan Pengendali Program

  • ASN yang menangani kinerja dan pelaporan


Narasumber

Pejabat kementerian terkait, evaluator SAKIP, praktisi tata kelola pemerintahan daerah, serta narasumber profesional berpengalaman dalam SAKIP dan Reformasi Birokrasi.

JADWAL PELAKSANAAN

Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)

📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok


Pilihan Paket & Kontribusi Peserta

Paket

Keterangan

  Biaya

Paket  A

 Penginapan Single

   Rp 5.500.000

Paket  B

 Penginapan Twin Share

   Rp 5.000.000

Paket  C

 Non Akomodasi

   Rp 4.000.000

Paket  D

 Online via Zoom

   Rp 3.000.000


PEMBAYARAN

Pembayaran dapat dilakukan:

  • On the spot saat registrasi

  • Atau transfer ke:

Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA


FASILITAS PESERTA

✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)


KONTAK RESMI

📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com

January 08, 2026 / Artikel Selengkapnya...
...
Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan AKIP & LAKIP Tahun 2026

Meningkatkan Akuntabilitas dan Kinerja Pemerintah Daerah

LINK PEMDA kembali menyelenggarakan Pelatihan AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) & LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Tahun 2026. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah, menekankan pentingnya integrasi perencanaan, kinerja, dan penganggaran dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil.

Pelatihan ini ditujukan bagi seluruh ASN dan pejabat pengelola kinerja OPD, dengan tujuan agar setiap instansi mampu:

  • Menyusun LAKIP secara tepat

  • Melakukan evaluasi AKIP yang efektif

  • Meningkatkan nilai SAKIP pemerintah daerah


Strategi Peningkatan Nilai SAKIP

Nilai SAKIP merupakan indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah. Materi pelatihan mencakup strategi peningkatan nilai SAKIP melalui:

  • Penyusunan indikator kinerja yang jelas dan terukur

  • Penguatan keterkaitan antara perencanaan, program, dan penganggaran

  • Pemanfaatan evaluasi AKIP untuk perbaikan berkelanjutan

Strategi ini membantu pemerintah daerah memperbaiki kualitas pengambilan keputusan dan mendukung pencapaian target pembangunan secara optimal.


Kesalahan Umum dalam Penyusunan LAKIP OPD

Masih banyak OPD melakukan kesalahan, seperti:

  • Indikator kinerja tidak spesifik atau sulit diukur

  • Hubungan antara rencana kerja, anggaran, dan capaian kinerja tidak jelas

  • Dokumen LAKIP tidak konsisten dengan laporan keuangan dan hasil evaluasi

Pelatihan ini memberikan panduan praktis dan studi kasus, sehingga LAKIP yang disusun menjadi akurat, transparan, dan mudah dipahami.


Integrasi Perencanaan, Kinerja, dan Penganggaran

Integrasi menjadi kunci keberhasilan akuntabilitas kinerja. Materi pelatihan menekankan:

  • Sinkronisasi antara RKPD, RKA, dan target kinerja OPD

  • Penyesuaian anggaran berdasarkan prioritas capaian kinerja

  • Pemanfaatan tools digital dan sistem informasi kinerja untuk monitoring yang efektif

Dengan integrasi yang baik, evaluasi AKIP menjadi lebih terukur dan dapat dijadikan dasar perbaikan kebijakan.


Evaluasi AKIP dan Peningkatan Nilai SAKIP

Evaluasi AKIP dilakukan secara berkala untuk memastikan:

  • Capaian kinerja sesuai target

  • Efektivitas penggunaan anggaran

  • Pemenuhan standar tata kelola yang telah ditetapkan

Pelatihan membekali peserta dengan teknik evaluasi praktis dan strategi peningkatan nilai SAKIP, sehingga pemerintah daerah dapat mengoptimalkan kinerja OPD dan memperkuat akuntabilitas publik.

JADWAL PELAKSANAAN

Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)

📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok


Pilihan Paket & Kontribusi Peserta

Paket

Keterangan

  Biaya

Paket  A

 Penginapan Single

   Rp 5.500.000

Paket  B

 Penginapan Twin Share

   Rp 5.000.000

Paket  C

 Non Akomodasi

   Rp 4.000.000

Paket  D

 Online via Zoom

   Rp 3.000.000


PEMBAYARAN

Pembayaran dapat dilakukan:

  • On the spot saat registrasi

  • Atau transfer ke:

Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA


FASILITAS PESERTA

✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)


KONTAK RESMI

📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com

January 07, 2026 / Artikel Selengkapnya...
...
Artikel dan Berita

Optimalisasi Kinerja OPD Melalui Sistem Monitoring Evaluasi Program Daerah Digital

Penguatan Pengendalian Program Berbasis Kinerja, Data, dan Akuntabilitas

Monitoring dan evaluasi (Monev) merupakan instrumen strategis dalam memastikan pelaksanaan program dan kegiatan OPD berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Melalui sistem Monev yang efektif, pemerintah daerah dapat mengendalikan capaian kinerja, penggunaan anggaran, serta kualitas output dan outcome pembangunan secara berkelanjutan.

Namun dalam praktiknya, masih banyak OPD yang melaksanakan monitoring dan evaluasi secara manual, parsial, dan belum terintegrasi dengan data kinerja. Pelaporan cenderung bersifat administratif, belum berbasis indikator kinerja yang terukur, serta kurang dimanfaatkan sebagai alat pengambilan keputusan. Kondisi ini berdampak pada lemahnya pengendalian program, rendahnya kualitas evaluasi kinerja, dan meningkatnya risiko temuan pemeriksaan.

Memasuki era digital pemerintahan dan penguatan SAKIP serta Reformasi Birokrasi, sistem monitoring dan evaluasi program daerah dituntut untuk bertransformasi ke arah digital, terintegrasi, dan berbasis kinerja, sehingga mampu mendukung peningkatan kinerja OPD secara nyata.


Peran Strategis Sistem Monitoring Evaluasi Digital dalam Kinerja OPD

Sistem monitoring dan evaluasi program daerah berfungsi sebagai:

  • Alat pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan OPD

  • Instrumen pengukuran capaian kinerja output dan outcome

  • Dasar evaluasi efektivitas dan efisiensi anggaran

  • Pendukung pengambilan keputusan pimpinan daerah

  • Fondasi peningkatan nilai SAKIP dan Reformasi Birokrasi

Sistem Monev digital yang terintegrasi akan membantu OPD bekerja lebih terukur, transparan, dan responsif terhadap capaian kinerja.


Permasalahan Umum Monitoring Evaluasi Program Daerah

Beberapa permasalahan yang masih sering dihadapi pemerintah daerah antara lain:

  • Monitoring dan evaluasi masih bersifat manual dan tidak terintegrasi

  • Indikator kinerja program belum terukur dan konsisten

  • Data pelaksanaan program tersebar di masing-masing OPD

  • Laporan Monev belum dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan

  • Keterbatasan pemahaman ASN terhadap Monev berbasis kinerja dan digital

Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini dapat menghambat peningkatan kinerja OPD dan kualitas akuntabilitas pemerintah daerah.


Dampak terhadap Kinerja dan Akuntabilitas Pemerintah Daerah

Monitoring dan evaluasi yang belum optimal dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:

  • Capaian kinerja OPD tidak terukur secara akurat

  • Program dan kegiatan sulit dikendalikan secara efektif

  • Lemahnya keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi

  • Penurunan kualitas laporan kinerja dan evaluasi SAKIP

  • Meningkatnya risiko temuan pemeriksaan dan koreksi laporan

Oleh karena itu, penguatan sistem Monev berbasis digital menjadi kebutuhan strategis pemerintah daerah.


Solusi Strategis: Bimbingan Teknis Sistem Monitoring Evaluasi Program Daerah Digital

Sebagai upaya mendukung peningkatan kinerja dan akuntabilitas OPD,
LINKPEMDA (Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah) menyelenggarakan:

BIMBINGAN TEKNIS

OPTIMALISASI KINERJA OPD MELALUI SISTEM MONITORING EVALUASI PROGRAM DAERAH DIGITAL

Penguatan Pengendalian Program Berbasis Kinerja dan Data


Tujuan Kegiatan

Bimtek ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pemahaman ASN tentang konsep Monev program daerah berbasis kinerja

  • Membekali peserta dengan pemahaman sistem monitoring dan evaluasi digital

  • Mendorong integrasi data program, anggaran, dan kinerja OPD

  • Memperkuat pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan

  • Mendukung peningkatan kualitas SAKIP dan Reformasi Birokrasi


Materi Bimtek

  • Kebijakan Nasional dan Arah Penguatan Monitoring Evaluasi Program Daerah

  • Konsep Monitoring dan Evaluasi Program Berbasis Kinerja

  • Sistem Monev Digital dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah

  • Penyusunan Indikator Kinerja Program, Output, dan Outcome

  • Integrasi Monev dengan Perencanaan dan Penganggaran

  • Pemanfaatan Data Monev untuk Pengambilan Keputusan

  • Kesalahan Umum Monitoring Evaluasi Program Daerah

  • Studi Kasus dan Praktik Baik Penerapan Monev Digital


Sasaran Peserta

  • Bappeda/Bapperida

  • Inspektorat Daerah

  • Kepala OPD dan Sekretaris OPD

  • Pejabat Perencana dan Pengendali Program

  • Tim SAKIP dan Reformasi Birokrasi

  • ASN yang menangani monitoring dan evaluasi


Narasumber

Pejabat kementerian terkait, praktisi tata kelola pemerintahan daerah, serta narasumber profesional yang berpengalaman dalam sistem monitoring evaluasi, SAKIP, dan transformasi digital pemerintahan.


JADWAL PELAKSANAAN

Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)

📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok


Pilihan Paket & Kontribusi Peserta

Paket

Keterangan

  Biaya

Paket  A

 Penginapan Single

   Rp 5.500.000

Paket  B

 Penginapan Twin Share

   Rp 5.000.000

Paket  C

 Non Akomodasi

   Rp 4.000.000

Paket  D

 Online via Zoom

   Rp 3.000.000


PEMBAYARAN

Pembayaran dapat dilakukan:

  • On the spot saat registrasi

  • Atau transfer ke:

Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA


FASILITAS PESERTA

✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)


KONTAK RESMI

📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com

January 07, 2026 / Artikel Selengkapnya...
...
Pelatihan dan Pengembangan

Penyusunan RKPD & Renja OPD Tahun 2027

Sinkronisasi Perencanaan Daerah Berbasis Kinerja dan Kebijakan Nasional

Perencanaan pembangunan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, terarah, dan berorientasi hasil. Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) OPD menjadi tahapan strategis yang menentukan arah kebijakan, prioritas pembangunan, serta alokasi program dan kegiatan daerah.

Memasuki perencanaan Tahun 2027, pemerintah daerah dituntut untuk mampu menyelaraskan dokumen RKPD dan Renja OPD dengan RPJMD, RKP Nasional, serta kebijakan strategis pemerintah pusat. Namun dalam praktiknya, masih banyak OPD yang menghadapi kendala dalam menyusun dokumen perencanaan yang sinkron, berbasis kinerja, dan sesuai regulasi. Ketidaksesuaian perencanaan sering berdampak pada inefisiensi anggaran, rendahnya capaian kinerja, serta meningkatnya koreksi dalam proses penganggaran.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas aparatur dalam penyusunan RKPD dan Renja OPD Tahun 2027 menjadi kebutuhan strategis yang tidak dapat ditunda.


Peran RKPD dan Renja OPD dalam Perencanaan Daerah

RKPD dan Renja OPD berfungsi sebagai:

  • Penjabaran tahunan RPJMD daerah

  • Pedoman penyusunan KUA–PPAS dan APBD

  • Acuan penentuan prioritas program dan kegiatan OPD

  • Instrumen pengendalian dan evaluasi kinerja pembangunan

  • Dasar sinkronisasi kebijakan nasional dan daerah

Dokumen perencanaan yang disusun secara tepat akan memastikan program OPD berjalan selaras, terukur, dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian sasaran pembangunan daerah.


Permasalahan Umum Penyusunan RKPD dan Renja OPD

Beberapa permasalahan yang masih sering dihadapi pemerintah daerah antara lain:

  • Sinkronisasi RPJMD, RKPD, dan Renja OPD belum optimal

  • Penentuan prioritas program belum berbasis kinerja

  • Indikator dan target kinerja belum terukur secara jelas

  • Dokumen perencanaan belum sepenuhnya selaras dengan kebijakan nasional

  • Keterbatasan pemahaman teknis ASN perencana

Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak pada rendahnya kualitas perencanaan dan pencapaian kinerja OPD.


Dampak terhadap Kinerja dan Penganggaran Daerah

Ketidaktepatan dalam penyusunan RKPD dan Renja OPD dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:

  • Program dan kegiatan tidak selaras dengan prioritas nasional

  • Target kinerja OPD sulit dicapai secara optimal

  • Terjadi revisi berulang dalam proses penganggaran

  • Lemahnya keterkaitan antara perencanaan dan penganggaran

  • Penurunan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintah daerah

Oleh karena itu, penyusunan RKPD dan Renja OPD yang berkualitas menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah Tahun 2027.


Solusi Strategis: Bimbingan Teknis Penyusunan RKPD & Renja OPD Tahun 2027

Sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah,
LINKPEMDA (Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah) menyelenggarakan:

**BIMBINGAN TEKNIS

PENYUSUNAN RKPD & RENJA OPD TAHUN 2027**
Sinkronisasi Perencanaan Daerah Berbasis Kinerja dan Kebijakan Nasional


Tujuan Kegiatan

  • Meningkatkan pemahaman ASN terhadap kebijakan perencanaan pembangunan Tahun 2027

  • Memperkuat kompetensi teknis penyusunan RKPD dan Renja OPD

  • Mendorong sinkronisasi RPJMD, RKPD, Renja OPD, dan RKP Nasional

  • Meningkatkan kualitas perencanaan berbasis kinerja dan prioritas

  • Meminimalkan ketidaksesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran


Materi Bimtek

  1. Arah Kebijakan Nasional dan Prioritas Pembangunan Tahun 2027

  2. Regulasi Terbaru Penyusunan RKPD dan Renja OPD

  3. Tahapan dan Mekanisme Penyusunan RKPD Tahun 2027

  4. Penyusunan Renja OPD Berbasis Kinerja

  5. Sinkronisasi RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja OPD

  6. Penetapan Program, Kegiatan, dan Indikator Kinerja

  7. Permasalahan Umum Perencanaan Daerah dan Solusinya

  8. Studi Kasus dan Praktik Terbaik Penyusunan Dokumen Perencanaan


Sasaran Peserta

  • Bappeda/Bapperida

  • Pejabat Perencana OPD

  • Kepala OPD dan Sekretaris OPD

  • Tim Penyusun RKPD dan Renja OPD

  • ASN yang terlibat dalam perencanaan dan penganggaran


Narasumber

Pejabat kementerian terkait, praktisi perencanaan pembangunan daerah, serta narasumber profesional yang berpengalaman di bidang perencanaan dan tata kelola pemerintahan.


JADWAL PELAKSANAAN

Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)

📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok


Pilihan Paket & Kontribusi Peserta

Paket

Keterangan

  Biaya

Paket  A

 Penginapan Single

   Rp 5.500.000

Paket  B

 Penginapan Twin Share

   Rp 5.000.000

Paket  C

 Non Akomodasi

   Rp 4.000.000

Paket  D

 Online via Zoom

   Rp 3.000.000


PEMBAYARAN

Pembayaran dapat dilakukan:

  • On the spot saat registrasi

  • Atau transfer ke:

Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA


FASILITAS PESERTA

✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)


KONTAK RESMI

📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com

January 07, 2026 / Artikel Selengkapnya...

Tingkatkan Skill Anda Bersama LINKPEMDA