Regulasi pemerintahan daerah merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang tertib, akuntabel, dan berorientasi kinerja. Melalui pemahaman dan implementasi regulasi yang tepat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melaksanakan program dan kegiatan secara selaras dengan kebijakan nasional dan daerah.
Namun dalam praktiknya, banyak OPD belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika regulasi di awal Tahun 2026. Penyesuaian dokumen perencanaan, kinerja, dan tata kelola sering terlambat dilakukan, bahkan masih mengacu pada pola kerja tahun sebelumnya. Kondisi ini berpotensi menghambat pencapaian target kinerja dan Reformasi Birokrasi.
Memasuki Tahun 2026, penguatan pemahaman dan implementasi regulasi pemerintahan daerah menjadi kebutuhan strategis yang tidak dapat ditunda.
Peran Strategis Regulasi dalam Tata Kelola OPD
Regulasi pemerintahan daerah berfungsi sebagai:
Dasar hukum pelaksanaan tugas dan fungsi OPD
Pedoman penyusunan perencanaan dan penganggaran daerah
Acuan pengelolaan kinerja dan akuntabilitas OPD
Instrumen pengendalian internal dan pengawasan
Fondasi penilaian SAKIP dan Reformasi Birokrasi
Regulasi yang dipahami dan diterapkan dengan baik akan mendorong OPD bekerja lebih tertib, terarah, dan berorientasi hasil.
Permasalahan Umum Implementasi Regulasi di OPD
Beberapa permasalahan yang sering ditemukan di pemerintah daerah antara lain:
Belum optimalnya pemahaman regulasi terbaru
Sebagian ASN belum memahami implikasi kebijakan dan regulasi terbaru terhadap tugas teknis OPD.
Dokumen perencanaan belum disesuaikan
RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja OPD belum sepenuhnya diselaraskan dengan arah kebijakan Tahun 2026.
Pelaksanaan kegiatan masih mengacu pola lama
Perubahan regulasi belum diikuti dengan penyesuaian mekanisme kerja dan pengendalian kinerja.
Kurangnya koordinasi lintas perangkat daerah
Implementasi regulasi sering berjalan parsial dan tidak terintegrasi.
Minim pendampingan teknis
OPD belum mendapatkan pendampingan yang memadai dalam menerjemahkan regulasi ke dalam praktik kerja.
Jika kondisi ini dibiarkan, OPD berpotensi menghadapi permasalahan kinerja dan temuan evaluasi di kemudian hari.
Dampak terhadap Kinerja dan Reformasi Birokrasi
Ketidaksiapan OPD dalam mengimplementasikan regulasi dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:
Target kinerja OPD tidak tercapai secara optimal
Program dan kegiatan tidak selaras dengan prioritas nasional
Nilai SAKIP dan Reformasi Birokrasi berpotensi menurun
Meningkatnya koreksi dan revisi dokumen di tengah tahun
Lemahnya akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan
Oleh karena itu, kesiapan regulasi sejak awal tahun menjadi faktor penentu keberhasilan kinerja OPD Tahun 2026.
Solusi Strategis: Bimbingan Teknis Update Regulasi Pemerintahan Daerah Tahun 2026
Sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah,
LINKPEMDA (Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah) menyelenggarakan:
**BIMBINGAN TEKNIS
UPDATE REGULASI PEMERINTAHAN DAERAH TAHUN 2026**
Penguatan Perencanaan, Kinerja, dan Tata Kelola OPD
Tujuan Kegiatan
Meningkatkan pemahaman ASN terhadap regulasi pemerintahan daerah Tahun 2026
Membekali peserta dengan pemahaman implikasi regulasi terhadap OPD
Mendorong penyesuaian dokumen perencanaan dan kinerja sejak awal tahun
Meminimalkan risiko kesalahan administrasi dan temuan evaluasi
Mendukung pencapaian target Reformasi Birokrasi dan SAKIP
Materi Bimtek
Arah Kebijakan Nasional dan Regulasi Pemerintahan Daerah Tahun 2026
Implikasi Regulasi terhadap Perencanaan dan Kinerja OPD
Sinkronisasi RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja OPD
Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Kinerja
Peran ASN dalam Implementasi Regulasi Pemerintahan
Kesalahan Umum Implementasi Regulasi di OPD
Studi Kasus dan Praktik Terbaik Pemerintah Daerah
Sasaran Peserta
Sekretaris Daerah dan Asisten Sekda
Kepala OPD dan Sekretaris OPD
Bappeda dan Bagian Organisasi
Pejabat Administrator dan Pengawas
ASN Perencana dan Pejabat Teknis terkait
Narasumber
Pejabat kementerian terkait, praktisi pemerintahan daerah, serta narasumber profesional yang berpengalaman dalam regulasi, perencanaan, dan tata kelola OPD.
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
Proses bisnis merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan berorientasi kinerja. Melalui proses bisnis yang jelas dan terstruktur, setiap tugas dan fungsi OPD dapat dilaksanakan secara sistematis, terukur, dan akuntabel. Namun dalam praktiknya, banyak OPD belum memiliki proses bisnis yang efektif, bahkan masih mengandalkan pola kerja kebiasaan tanpa alur yang terdokumentasi dengan baik.
Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya kinerja organisasi, tumpang tindih tugas, lambatnya pelayanan publik, serta sulitnya pencapaian target Reformasi Birokrasi. Memasuki Tahun 2026, penguatan proses bisnis OPD menjadi kebutuhan strategis yang tidak dapat ditunda.
Peran Strategis Proses Bisnis dalam Tata Kelola OPD
Proses bisnis OPD berfungsi sebagai:
Peta alur pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi
Dasar penyusunan SOP yang efektif dan aplikatif
Instrumen pengendalian internal dan peningkatan kinerja
Fondasi penilaian SAKIP dan Reformasi Birokrasi
Proses bisnis yang disusun dengan baik akan mendorong organisasi bekerja lebih efisien, terkoordinasi, dan berorientasi hasil.
Penyebab Proses Bisnis OPD Belum Efektif
Beberapa permasalahan umum yang sering ditemukan di OPD antara lain:
Belum dilakukan pemetaan proses bisnis secara menyeluruh
Banyak OPD belum memetakan proses utama, pendukung, dan proses manajerial secara sistematis.
Tidak selaras dengan struktur organisasi dan tupoksi
Proses bisnis tidak diperbarui saat terjadi perubahan kelembagaan atau penyesuaian tugas.
Tidak terintegrasi dengan SOP dan kinerja
Proses bisnis hanya menjadi dokumen formal tanpa keterkaitan dengan SOP dan indikator kinerja.
Minim pemahaman aparatur
Aparatur belum memahami fungsi proses bisnis sebagai alat kerja, bukan sekadar kewajiban administrasi.
Kurangnya pendampingan teknis
Penyusunan proses bisnis sering dilakukan tanpa metodologi yang tepat dan contoh praktik terbaik.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, OPD akan kesulitan meningkatkan kinerja dan memenuhi indikator Reformasi Birokrasi secara optimal.
Dampak terhadap Kinerja dan Reformasi Birokrasi
Proses bisnis yang tidak efektif dapat menimbulkan:
Tumpang tindih tugas dan kewenangan
Pelayanan publik yang lambat dan tidak konsisten
Rendahnya capaian kinerja OPD
Lemahnya integrasi SOP, SAKIP, dan RB
Potensi penurunan nilai evaluasi Reformasi Birokrasi
Oleh karena itu, penguatan proses bisnis OPD merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Solusi Strategis: Bimbingan Teknis Penguatan Proses Bisnis OPD Tahun 2026
Sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi pemerintah daerah, LINKPEMDA (Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah) menyelenggarakan:
BIMBINGAN TEKNIS PENGUATAN PROSES BISNIS OPD TAHUN 2026
Sebagai Dasar Kinerja Organisasi dan Reformasi Birokrasi
Tujuan Kegiatan
Meningkatkan pemahaman aparatur tentang konsep dan fungsi proses bisnis OPD
Membekali peserta teknik pemetaan dan penyusunan proses bisnis yang efektif
Mendorong integrasi proses bisnis dengan SOP dan kinerja OPD
Mendukung pencapaian target Reformasi Birokrasi dan SAKIP
Materi Bimtek
Kebijakan Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan
Konsep dan Pemetaan Proses Bisnis OPD
Keterkaitan Proses Bisnis, SOP, dan Kinerja
Teknik Penyusunan Diagram Proses Bisnis
Integrasi Proses Bisnis dengan SAKIP dan RB
Kesalahan Umum Penyusunan Proses Bisnis OPD
Studi Kasus dan Praktik Pemetaan Proses Bisnis
Sasaran Peserta
Sekretaris Daerah dan Asisten Sekda
Kepala OPD dan Sekretaris OPD
Kepala Bagian Organisasi
Pejabat Administrator dan Pengawas
Tim Penyusun Proses Bisnis dan SOP
ASN dan pejabat teknis terkait
Narasumber
Pejabat dan praktisi Reformasi Birokrasi serta narasumber profesional yang berpengalaman dalam penyusunan proses bisnis dan tata kelola OPD.
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang berfungsi sebagai pedoman kerja aparatur agar pelaksanaan tugas berjalan tertib, konsisten, dan akuntabel. Namun dalam praktiknya, banyak SOP di lingkungan OPD belum berjalan efektif, bahkan hanya menjadi dokumen formal tanpa implementasi nyata.
Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik, efektivitas kinerja organisasi, serta meningkatnya risiko kesalahan administrasi dan temuan pemeriksaan. Memasuki Tahun 2026, OPD dituntut untuk melakukan penyusunan dan penataan ulang SOP agar selaras dengan dinamika kebijakan, struktur organisasi, serta kebutuhan pelayanan masyarakat.
Pentingnya SOP dalam Tata Kelola OPD
SOP memiliki peran strategis sebagai:
Pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur
Instrumen pengendalian internal organisasi
Standar pelayanan dan administrasi pemerintahan
Dasar evaluasi kinerja dan kepatuhan aparatur
SOP yang disusun dengan baik akan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Penyebab SOP OPD Tidak Efektif
Beberapa faktor utama yang menyebabkan SOP OPD tidak berjalan optimal antara lain:
SOP tidak sesuai dengan proses bisnis aktual
Banyak SOP disusun hanya menyalin regulasi tanpa menyesuaikan dengan kondisi riil organisasi.
Tidak diperbarui sesuai perubahan kebijakan
Perubahan regulasi, struktur organisasi, dan sistem kerja tidak diikuti dengan pembaruan SOP.
Kurangnya pemahaman aparatur terhadap SOP
SOP belum disosialisasikan dan diinternalisasi secara menyeluruh kepada pegawai.
Tidak terintegrasi dengan sistem kinerja dan pengawasan
SOP tidak dijadikan acuan dalam evaluasi kinerja maupun pengendalian internal.
Minim pendampingan teknis dalam penyusunan SOP
Penyusunan SOP sering dilakukan tanpa metodologi yang tepat dan tanpa pemetaan proses bisnis.
Jika permasalahan ini dibiarkan, SOP tidak hanya kehilangan fungsinya, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakteraturan kerja dan penurunan kualitas layanan publik.
Solusi Strategis: Penyusunan dan Penataan SOP OPD Tahun 2026
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan peningkatan kapasitas aparatur dalam menyusun SOP yang berbasis proses bisnis, adaptif terhadap regulasi, dan mudah diimplementasikan.
Sebagai bentuk dukungan peningkatan kapasitas aparatur daerah, LINKPEMDA (Lembaga Informasi Keuangan dan Pembangunan Daerah) menyelenggarakan:
BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN DAN PENATAAN SOP OPD TAHUN 2026
Berbasis Proses Bisnis dan Tata Kelola Pemerintahan
Tujuan Kegiatan
Meningkatkan pemahaman aparatur tentang fungsi strategis SOP
Membekali peserta teknik penyusunan SOP yang efektif dan aplikatif
Mendorong penyesuaian SOP dengan proses bisnis dan regulasi terbaru
Meningkatkan tertib administrasi dan kualitas pelayanan OPD
Materi Bimtek
Kebijakan Administrasi Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi
Konsep dan Fungsi SOP dalam Organisasi Pemerintah
Pemetaan Proses Bisnis OPD
Teknik Penyusunan SOP yang Efektif dan Implementatif
Penyesuaian SOP dengan Struktur Organisasi dan Regulasi
Kesalahan Umum Penyusunan SOP dan Strategi Perbaikan
Studi Kasus dan Praktik Penyusunan SOP OPD
Sasaran Peserta
Sekretaris Daerah dan Asisten Sekda
Kepala OPD dan Sekretaris OPD
Kepala Bagian/Subbagian
Pejabat Administrator dan Pengawas
Tim Penyusun SOP dan Proses Bisnis
ASN dan pejabat teknis terkait
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi:
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
Penetapan Standar Harga Satuan Regional (SHSR) merupakan kebijakan nasional yang menjadi acuan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penerapan SHSR menuntut pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian teknis terhadap dokumen penganggaran, khususnya Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), agar selaras dengan standar harga yang berlaku dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam praktiknya, banyak OPD masih menghadapi kendala dalam melakukan penyesuaian RKA dan DPA berbasis SHSR, mulai dari pemetaan komponen biaya, kesesuaian akun belanja, hingga penginputan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Ketidaktepatan dalam penyesuaian ini berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi, inefisiensi anggaran, serta risiko temuan pemeriksaan.
Bimbingan Teknis ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memahami dan menerapkan teknis penyesuaian RKA dan DPA berbasis SHSR secara tepat, sistematis, dan patuh regulasi. Kegiatan ini sejalan dengan:
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
Bimtek ini membekali peserta dengan pemahaman teknis, studi kasus, dan praktik terbaik dalam penyesuaian RKA dan DPA berbasis SHSR untuk mendukung pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
Ruang Lingkup Panduan Teknis Bimtek
Panduan teknis ini mencakup aspek utama penyesuaian RKA dan DPA berbasis SHSR, meliputi:
Kebijakan dan Konsep SHSR
Kebijakan nasional Standar Harga Satuan Regional
Fungsi SHSR dalam penganggaran daerah
Keterkaitan SHSR dengan perencanaan dan pelaksanaan APBD
Teknis Penyesuaian RKA Berbasis SHSR
Pemetaan komponen biaya sesuai SHSR
Penyesuaian akun belanja dan rincian kegiatan
Keselarasan RKA dengan standar harga dan output kegiatan
Teknis Penyesuaian DPA Berbasis SHSR
Penyesuaian DPA pasca penetapan SHSR
Konsistensi RKA dan DPA dalam pelaksanaan anggaran
Pengendalian administrasi dokumen pelaksanaan anggaran
Implementasi dalam SIPD
Penyesuaian RKA dan DPA pada SIPD
Identifikasi kesalahan umum dalam penginputan
Praktik terbaik penyesuaian data anggaran
Pengendalian dan Mitigasi Risiko
Identifikasi potensi kesalahan administrasi
Pencegahan risiko temuan pemeriksaan
Studi kasus penyesuaian RKA dan DPA di daerah
Tantangan Penyesuaian RKA dan DPA Berbasis SHSR
Dinamika kebijakan dan standar harga
Keterbatasan pemahaman teknis aparatur
Ketidaksinkronan perencanaan dan penganggaran
Risiko kesalahan administrasi dan temuan pemeriksaan
Tujuan Kegiatan
Meningkatkan pemahaman aparatur daerah terhadap kebijakan SHSR
Memberikan pemahaman teknis penyesuaian RKA dan DPA berbasis SHSR
Mendorong konsistensi dan akurasi dokumen penganggaran
Meminimalkan kesalahan administrasi dan potensi temuan pemeriksaan
Mendukung pengelolaan APBD yang patuh regulasi dan akuntabel
PENAWARAN BIMBINGAN TEKNIS NASIONAL
Judul Kegiatan
Bimbingan Teknis Nasional
“Teknis Penyesuaian RKA dan DPA Berbasis Standar Harga Satuan Regional (SHSR)”
Materi Bimbingan Teknis
Kebijakan dan konsep SHSR dalam penganggaran daerah
Mekanisme penyesuaian RKA berbasis SHSR
Mekanisme penyesuaian DPA berbasis SHSR
Implementasi penyesuaian RKA dan DPA dalam SIPD
Identifikasi kesalahan umum dan solusi teknis
Studi kasus dan praktik terbaik penyesuaian anggaran daerah
👥 Sasaran Peserta
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD)
Kepala BPKAD/Badan Keuangan Daerah
Kepala OPD dan Sekretaris OPD
Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK-OPD)
Pejabat Perencana dan Pengelola Anggaran
Aparatur OPD terkait
Metode Pelaksanaan
Pemaparan kebijakan dan teknis
Diskusi permasalahan riil penganggaran daerah
Workshop penyesuaian RKA dan DPA
Tanya jawab dan rekomendasi teknis
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap Muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Susunan Acara (2 Hari)
Hari Pertama
08.00 – 09.00 : Registrasi & Pembagian Materi
09.00 – 09.30 : Pembukaan
09.30 – 11.00 : Materi 1 – Kebijakan SHSR dan Dampaknya pada RKA
11.00 – 12.00 : Diskusi & Tanya Jawab
12.00 – 13.30 : Istirahat
13.30 – 15.00 : Materi 2 – Teknis Penyesuaian RKA Berbasis SHSR
15.00 – 16.00 : Workshop Penyesuaian RKA
16.00 – 16.30 : Penutupan Hari Pertama
Hari Kedua
08.30 – 10.00 : Materi 3 – Teknis Penyesuaian DPA Berbasis SHSR
10.00 – 10.30 : Coffee Break
10.30 – 12.00 : Workshop Penyesuaian DPA & SIPD
12.00 – 13.30 : Istirahat
13.30 – 15.00 : Materi 4 – Pengendalian & Mitigasi Risiko
15.00 – 15.45 : Studi Kasus & Best Practice
15.45 – 16.30 : Penutupan
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com
Pembangunan nasional yang berkelanjutan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas lokal. Kondisi demografi dan dinamika sosial ekonomi yang terus berkembang menuntut perhatian serius dari pemerintah di setiap tingkatan.
Bimtek ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dan masyarakat dalam merespons tantangan kependudukan dan pemberdayaan komunitas secara proaktif. Kegiatan ini sejalan dengan:
UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
UU No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan
Perpres No. 59 Tahun 2017 tentang SDGs
Bimtek ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terkini, fokus pada kebijakan kependudukan, metode pemberdayaan masyarakat, serta strategi kolaborasi efektif antara pemerintah dan komunitas.
Ruang Lingkup Panduan Teknis Bimtek 2026
Panduan teknis ini mencakup aspek utama pemberdayaan kependudukan dan komunitas lokal:
Kebijakan Strategis Kependudukan
Regulasi dan program nasional & daerah
Peran pemerintah dan komunitas dalam pembangunan berkelanjutan
Peran Komunitas Lokal dalam Pembangunan
Strategi pemberdayaan berbasis potensi lokal
Metode partisipatif untuk merancang program komunitas
Identifikasi Potensi, Tantangan, dan Kebutuhan
Analisis permasalahan sosial-ekonomi
Penentuan prioritas intervensi berbasis data
Perencanaan dan Evaluasi Program Pemberdayaan
Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD)
Monitoring, evaluasi, dan pelaporan program secara efektif
Sinergi dan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
Koordinasi pemerintah dengan komunitas lokal
Studi kasus dan berbagi praktik terbaik dari berbagai daerah
Tantangan Pemberdayaan Kependudukan & Komunitas Lokal 2026
Perubahan regulasi dan kebijakan yang dinamis
Keterbatasan kapasitas aparatur dan komunitas dalam perencanaan program
Optimalisasi data kependudukan dan informasi komunitas
Perlu kolaborasi efektif antar pemangku kepentingan
Tujuan
Meningkatkan pemahaman aparatur dan komunitas lokal tentang kebijakan dan program kependudukan
Mengembangkan keterampilan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pemberdayaan
Mendorong koordinasi efektif antara pemerintah dan komunitas
Merumuskan solusi adaptif atas tantangan lokal
PENAWARAN BIMBINGAN TEKNIS NASIONAL
Judul Kegiatan
Bimbingan Teknis Nasional “Pemberdayaan Kependudukan & Komunitas Lokal Tahun 2026”
Materi Bimbingan Teknis
Kebijakan dan regulasi kependudukan terbaru
Peran dan strategi pemberdayaan komunitas lokal
Identifikasi potensi, tantangan, dan kebutuhan komunitas
Perencanaan program berbasis partisipasi aktif
Monitoring, evaluasi, dan pelaporan program efektif
Sinergi dan kolaborasi pemerintah & komunitas
Studi kasus dan praktik terbaik daerah
👥 Sasaran Peserta
Kepala SKPD/OPD terkait
Pejabat Pengelola Informasi & Evaluasi Program
Perwakilan komunitas lokal dan tokoh masyarakat
Staf perencana dan pejabat teknis lainnya
Metode Pelaksanaan
Pemaparan kebijakan dan teknis
Diskusi permasalahan nyata di instansi peserta
Workshop perencanaan dan evaluasi program
Tanya jawab dan rekomendasi teknis
JADWAL PELAKSANAAN
Periode: Januari – Desember 2026
Durasi: 2 hari per sesi
Format: Tatap muka & Online (Zoom)
📍 Lokasi: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Lombok
Susunan Acara (2 Hari)
Hari Pertama:
08.00 – 09.00 : Pendaftaran & Pembagian Materi
09.00 – 09.30 : Pembukaan Resmi
09.30 – 11.00 : Materi 1 – Kebijakan Strategis Kependudukan
11.00 – 12.00 : Diskusi & Tanya Jawab
12.00 – 13.30 : Istirahat/Sholat/Makan Siang
13.30 – 15.00 : Materi 2 – Peran Komunitas Lokal
15.00 – 16.00 : Diskusi Kelompok & Workshop
16.00 – 16.30 : Penutupan Hari Pertama
Hari Kedua:
08.30 – 10.00 : Materi 3 – Identifikasi Potensi & Tantangan
10.00 – 10.30 : Rehat Kopi
10.30 – 12.00 : Workshop 1 – Perencanaan Program Berbasis Partisipasi
12.00 – 13.30 : Istirahat/Sholat/Makan Siang
13.30 – 15.00 : Materi 4 – Monitoring & Evaluasi Program
15.00 – 15.45 : Studi Kasus & Best Practice Sharing
15.45 – 16.30 : Workshop 2 – Penyusunan RAD & Penutupan
Pilihan Paket & Kontribusi Peserta
|
Paket |
Keterangan |
Biaya |
|---|---|---|
|
Paket A |
Penginapan Single |
Rp 5.500.000 |
|
Paket B |
Penginapan Twin Share |
Rp 5.000.000 |
|
Paket C |
Non Akomodasi |
Rp 4.000.000 |
|
Paket D |
Online via Zoom |
Rp 3.000.000 |
PEMBAYARAN
Pembayaran dapat dilakukan:
On the spot saat registrasi
Atau transfer ke:
Bank BRI
No. Rekening: 0424-01-000925-30-7
A.n.: LINKPEMDA
FASILITAS PESERTA
✔ Akomodasi (Paket A & B)
✔ Sertifikat Bimbingan Teknis
✔ Modul & Makalah
✔ Seminar Kit
✔ Konsumsi & Coffee Break
✔ Rekaman & E-Modul (Peserta Online)
KONTAK RESMI
📱 WhatsApp: +62 813-8766-6605
🌐 Website: www.linkpemda.com
📧 Email: info@linkpemda.com